Antreannya Mengular Viral, Kenapa Kolesom Jumbo Beralkohol 19,7 Persen Tergolong Khamr? Begini Penjelasan LPPOM MUI

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti minuman kolesom jumbo. Perhatian ini berawal dari sebuah konten penjual minuman tersebut yang viral di media sosial.

Dalam unggahan dari kreator konten TikTok, sebuah video viral memperlihatkan fenomena penjual kolesom jumbo disebut di kawasan Jakarta Selatan. Ia diduga menuangkan minuman mengandung alkohol hingga antreannya sampai mengular.

Fenomena tersebut membuat banyak pihak mengunggah konten ulasan seputar produk minuman mengandung alkohol hingga 19,7 persen itu. Kolesom jumbo pun menjadi sebuah minuman yang tren diperbincangkan di berbagai media sosial.

Direktur Utama LPPOM MUI, Muti Arintawati mengingatkan agar masyarakat tidak hanya terpukau pada tren atau viralitas suatu produk, tetapi juga memperhatikan aspek kehalalan sebelum mengonsumsinya.

"Popularitas suatu produk bukanlah ukuran kehalalannya," ujar Muti dalam keterangan resmi diterima tvOnenews.com, Selasa (21/7/2026).

Muti menyampaikan bahwa, kolesom jumbo mengandung alkohol. Bentuk minuman tersebut potensi memabukkan sehingga masuk golongan khamr atau minuman beralkohol berdasarkan syariat agama Islam.

Kenapa Kolesom Jumbo atau Minuman Beralkohol Masuk Kategori Khamr?

Ilustrasi penjual minuman keras (miras)
Sumber :
  • Bea Cukai

Direktur Utama LPPOM MUI tersebut mengacu dari syariat agama Islam. Ketentuan mengenai minuman beralkohol berkaitan dengan efeknya.

Minuman beralkohol dapat menutup atau menghilangkan akal sehat. Dalam agama Islam, jenis minuman keras seperti bir, wine, wiski, dan sebagainya dikategorikan khamr lantaran sifatnya memabukkan.

"Masyarakat perlu memahami bahwa Islam memiliki ketentuan yang jelas mengenai kandungan minuman yang diharamkan. Minuman Kolesom Jumbo tergolong khamr karena dampak memabukkan," tegasnya.

Minuman kolesom jumbo cap Orang Tua yang disebut dijual dalam sejumlah konten viral memiliki kandungan alkohol sangat tinggi. Hitungannya bisa mencapai 19,7 persen sehingga masuk kategori khamr.

"Kandungan alkoholnya tinggi bisa menyentuh 19,7 persen. Inii melampaui minuman beralkohol seperti bir yang kalau kita cek di supermarket, kadarnya kurang dari lima persen," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa, pihaknya berbicara ketentuan tersebut karena mengacu dari Fatwa MUI Nomor 10 Tahun 2018 tentang Produk Makanan dan Minuman yang Mengandung Alkohol atau Etanol.

Dalam fatwa tersebut, minuman mengandung alkohol atau etanol (C₂H₅OH) dinyatakan secara tegas melebihi 0,5 persen. Hal ini membuat minuman tersebut tergolong khamr.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
15 Ucapan Selamat Hari Anak Nasional 2026 yang Penuh Makna, untuk Status WhatsApp, Facebook, dan Instagram
• 4 jam lalu
0
thumb
LBH Jakarta Buka Pos Pengaduan Ojol, Driver Kini Bisa Laporkan Suspend hingga Putus Mitra
• 21 jam lalu
0
thumb
Puan Maharani Minta Penanganan Kasus Febrie Ardiansyah Transparan: Jangan Ganggu Sinergi Kejaksaan dan Polri
• 23 menit lalu
0
thumb
Sinopsis WAJAH CINTA YANG LAIN SCTV Episode 16, Hari Ini Senin 20 Juli 2026: Davin Salah Pencet Telepon Ariana, Pamela Mulai Curiga pada Bima
• 21 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Hanguskan 48 Hektar Lahan Perbukitan di Buleleng
• 48 menit lalu
0
Berhasil disimpan.