BMKG: Waspada Hujan Lebat Intai Sumatra Utara, Picu Banjir dan Longsor

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Medan: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan di sebagian wilayah Sumatra Utara yang dapat memicu banjir dan tanah longsor.

"Waspadai potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor," kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Budi Prasetyo di Medan, Senin, 20 Juli 2026, melansir Antara.

Baca Juga :

BMKG: 2 Wilayah di Bima 2 Bulan Tanpa Hujan
Budi mengungkap, pada Selasa, 21 Juli 2026 pagi, hujan berintensitas ringan berpotensi mengguyur Pakpak Bharat, Samosir, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Dairi, Humbang Hasundutan, dan sekitarnya.

Sementara pada siang hingga sore hari, hujan berintensitas ringan hingga sedang berpotensi melanda sebagian wilayah Sumatra Utara. Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Mandailing Natal, Padang Lawas, Humbang Hasundutan, dan sekitarnya.

Pada malam hari, cuaca diprakirakan hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Sumatra Utara, dan rata-rata berawan pada dini hari. Suhu udara berkisar antara 13 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan 60-100 persen. Angin bertiup dari selatan hingga timur dengan kecepatan 3-15 km per jam.

Prakirawan BBMKG Wilayah I Budi Prasetyo saat memaparkan prakiraan cuaca Sumatera Utara untuk Selasa. ANTARA/Juraidi

Sementara itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Christen Marpaung menyebutkan, daerah belokan angin dan konvergensi mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatra Utara.

Suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan selatan Sumatra juga berpotensi meningkatkan penguapan, sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer.

Kondisi-kondisi tersebut berkontribusi terhadap masifnya pembentukan awan hujan di wilayah Sumatra Utara. Adapun pola angin di wilayah ini umumnya bergerak dari tenggara ke barat laut dengan kecepatan berkisar antara 5-30 knot.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Resmi Tolak Gugatan Prapid Kedua Roy Suryo, Ini Alasan Hakim
• 21 jam lalu
0
thumb
5 Cara Mulai Investasi Reksadana Buat Pemula yang Masih Takut Rugi
• 5 jam lalu
0
thumb
Oknum Polisi di Wonogiri Jadi Tersangka karena Kirim Foto Cabul ke Anak Atasan
• 16 jam lalu
0
thumb
Pemeriksaan Tiga Kapal Pascakebakaran di Dermaga Muara Angke Terkendala, Sudah Tiga Hari Kondisi Masih Panas
• 5 jam lalu
0
thumb
5 Fakta Hubungan Kang Si Woo dan Cha Ji Yoon di Drakor See You at Work Tomorrow
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.