UNISKA Kediri Lepas 680 Mahasiswa KKNT 2026, Perkuat Desa Binaan dan Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan

beritajatim.com
13 jam lalu
Cover Berita
Ringkasan Berita

Kediri (beritajatim.com) – Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri secara resmi melepas 680 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tahun 2026 yang dirangkai dengan Penandatanganan Kesepakatan Desa Binaan, Senin (20/7/2026).

Mengusung tema “Kolaborasi Nyata Berdampak untuk Bangsa”, program tersebut menjadi langkah strategis UNISKA Kediri dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai lembaga untuk mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Program KKNT 2026 tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian mahasiswa selama satu bulan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan Desa Binaan UNISKA Kediri melalui pendampingan secara berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut melibatkan berbagai mitra, di antaranya Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), Bappeda kabupaten/kota, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di bawah KBRI Malaysia, pemerintah desa, pemerintah daerah, sektor perbankan, hingga dunia usaha.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNISKA Kediri, Dr. drh. Fitri Lisnanti, M.P., menjelaskan tema yang diusung mencerminkan semangat membangun desa melalui kolaborasi lintas sektor agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui tema ini, kami mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi, mulai dari pemerintah desa, pemerintah kabupaten dan kota, BUMN, sektor swasta, hingga berbagai lembaga lainnya. Pengabdian masyarakat akan semakin kuat apabila dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya.

Fitri menegaskan, meski pelaksanaan KKNT berlangsung selama satu bulan, pendampingan terhadap desa binaan akan tetap dilanjutkan sebagai bentuk komitmen UNISKA dalam menghadirkan pengabdian yang berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater dengan menghadirkan inovasi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita membawa nama baik UNISKA Kediri. Tunjukkan implementasi yang berdampak nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Melalui konsep Desa Binaan, UNISKA mengusung semangat “Membangun Desa melalui Kolaborasi, Inovasi, dan Pemberdayaan Berkelanjutan.”

Program tersebut berfokus pada penguatan ketahanan pangan, kemandirian agraris lokal, percepatan digitalisasi desa, tata kelola pemerintahan yang transparan, pengembangan UMKM dan BUMDes, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian lingkungan, hingga hilirisasi teknologi hasil inovasi perguruan tinggi.

Adapun program kerja yang dijalankan meliputi penelitian terapan untuk penyelesaian persoalan agraria dan tata ruang, pelatihan aparatur desa dan UMKM, pengembangan produk unggulan desa, serta penerapan teknologi tepat guna untuk mendukung pembangunan desa.

Rektor UNISKA Kediri, Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah mendukung pelaksanaan KKNT 2026.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkenan berkolaborasi bersama UNISKA Kediri, mulai dari pemerintah desa, pemerintah kabupaten dan kota, OJK, Bank Indonesia, BPS, BUMN, sektor swasta, hingga seluruh mitra yang mendukung terlaksananya program ini. Kolaborasi ini menjadi modal penting dalam menghadirkan pengabdian yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menitipkan para mahasiswa kepada pemerintah daerah dan masyarakat agar mendapat bimbingan selama menjalankan pengabdian.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut mengabdi, tetapi juga belajar langsung dari kehidupan masyarakat sebagai bekal menghadapi dunia kerja.

Ketua Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila (YBCMP), dr. Rinto Harno, S.Mn., M.M., mengingatkan bahwa KKNT harus menjadi momentum bagi mahasiswa untuk membantu masyarakat sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

“Semua memiliki peluang untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Kuncinya adalah tekad yang kuat. Jangan takut menghadapi tantangan dan bayangan tentang masa depan,” pesannya.

Sebagai simbol dimulainya pengabdian, dilakukan penyematan atribut KKNT kepada perwakilan mahasiswa dan mitra.

Perwakilan Kecamatan Pagerwojo, Wahyu Yuniarko, mengajak mahasiswa memanfaatkan potensi desa sebagai laboratorium lapangan dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Kediri Agus Kunarto Yuwono berharap mahasiswa mampu meningkatkan kemandirian desa dalam mengelola data statistik sebagai dasar pembangunan.

Senada, Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono menegaskan pentingnya membangun budaya statistik yang berkualitas agar data benar-benar memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.

Sebanyak 680 mahasiswa akan melaksanakan KKNT di Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar, serta mengikuti KKN Internasional di Malaysia.

Selama pengabdian, mahasiswa juga akan mendukung berbagai program kolaboratif seperti SIGAP Pangan bersama Bank Indonesia, Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) bersama BPS, penguatan literasi keuangan bersama OJK, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Melalui pelepasan KKNT 2026 dan penandatanganan kesepakatan Desa Binaan, UNISKA Kediri menegaskan komitmennya menghadirkan pengabdian yang berkelanjutan, menghasilkan inovasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mendukung pembangunan desa melalui kolaborasi lintas sektor. [nm/ian]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Konflik Berdarah Adonara NTT, PDIP Minta Aparat Upayakan Mediasi
• 5 jam lalu
0
thumb
Pemerataan Infrastruktur di Wilayah 3T Didorong Diperkuat
• 5 jam lalu
0
thumb
Ledakan Hebat Guncang Perumahan Grand Polonia Medan
• 13 jam lalu
0
thumb
Menkeu Purbaya: Belum Ada Pembahasan Pemangkasan Anggaran Pertahanan
• 13 jam lalu
0
thumb
Jadwal Tinju Dunia Pekan Ini: Ada Tyson Fury Hingga Anthony Joshua, Errol Spence Jr Hadapi Tim Tszyu
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.