Menkeu Purbaya: Belum Ada Pembahasan Pemangkasan Anggaran Pertahanan

bisnis.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah belum membahas secara serius rencana pemangkasan anggaran pertahanan, meski sebelumnya Presiden Prabowo Subianto sempat menyampaikan perlunya efisiensi belanja negara, termasuk pada anggaran pertahanan dan kepolisian apabila diperlukan.

Usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), Purbaya menyatakan hingga kini belum ada pembahasan mengenai besaran maupun mekanisme pemangkasan anggaran di sektor tersebut.

"Belum. Tapi kita begini, hitungan anggaran pos-nya besar. Kalau memang mungkin defisit kita terganggu ya kita pangkas, tapi rasanya enggak, masih jauh dari sana. Jadi kita masih cukup," ujar Purbaya.

Menurutnya, evaluasi anggaran pemerintah tetap mempertimbangkan kondisi fiskal, khususnya perkembangan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Apabila kondisi fiskal memerlukan penyesuaian, pemerintah dapat melakukan efisiensi pada pos-pos belanja yang nilainya besar.

Kendati demikian, Purbaya menegaskan kondisi fiskal saat ini masih memadai sehingga belum ada urgensi untuk memangkas anggaran pertahanan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pengentasan kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem, menjadi prioritas utama pemerintah.

Baca Juga

  • Prabowo Bicara Momentum Hasil Kinerja Pemerintahan Saat Buka Sidang Kabinet 2 Tahun Pemerintahan
  • Presiden Prabowo Curhat Soal MBG, Dianggap Pemborosan
  • Prabowo Gencar Pangkas Jumlah BUMN, Akhir Tahun 700 BUMN Ditutup

Bahkan, dia menyebut anggaran pertahanan maupun kepolisian dapat dikurangi apabila diperlukan untuk mendukung program penghapusan kemiskinan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Panen Raya Padi, Tebu, dan Kedelai di lahan garapan binaan TNI Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Presiden ke-8 RI itu menegaskan cita-cita pemerintah adalah memastikan tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang mengalami kelaparan maupun hidup dalam kemiskinan.

"Kita harus hilangkan kelaparan, kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem, harus kita hilangkan," ujar Prabowo.

Dia optimistis target tersebut dapat diwujudkan melalui pengelolaan anggaran negara yang lebih efisien.

"Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita, kita akan bikin efisien," katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyatakan pemerintah siap mengevaluasi alokasi belanja sektor pertahanan dan kepolisian apabila diperlukan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.

Dia bahkan mengaku siap mengurangi anggaran kedua sektor tersebut demi mendukung upaya penghapusan kemiskinan.

Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan jajaran TNI dan Polri yang hadir. Prabowo juga meminta tanggapan para prajurit mengenai kemungkinan pengurangan anggaran.

Jawaban para prajurit yang menyatakan "ikhlas" disambut dengan candaan sehingga memancing tawa hadirin.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS, Dipicu Ketegangan AS-Iran
• 18 jam lalu
0
thumb
3 Shio yang Hatinya Tiba-tiba Dipenuhi Rasa Bahagia di Rabu 22 Juli 2026, Siapa yang Paling Beruntung?
• 52 menit lalu
0
thumb
Prabowo Minta Prioritaskan Bangun Rumah Hakim agar Tidak Mudah Disuap
• 16 jam lalu
0
thumb
Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 21 Juli 2026, Lengkapi Dokumen Persyaratan!
• 7 jam lalu
0
thumb
Pimpinan DPR Minta Tak Ada yang Dibedakan dalam Pengusutan Kasus Febrie
• 12 menit lalu
0
Berhasil disimpan.