Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mendorong PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) meningkatkan volume produksi kendaraan di fasilitas manufakturnya di Karawang, Jawa Barat. Langkah tersebut diharapkan mampu mengerek akumulasi produksi hingga mencapai 500.000 unit dalam kurun waktu 3 hingga 4 tahun mendatang.
Dorongan itu disampaikan menyusul pencapaian Isuzu yang telah membukukan produksi kumulatif 300.000 unit sejak pabrik Isuzu Karawang Plant mulai beroperasi pada 2015.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Setia Diarta menilai capaian tersebut menjadi modal untuk memperluas kapasitas produksi sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai basis manufaktur kendaraan komersial.
"Harapannya, semakin banyak model yang diproduksi di Indonesia sehingga target akumulasi produksi 500.000 unit dalam 3 hingga 4 tahun ke depan dapat terealisasi," ujar Setia di Karawang, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, peningkatan penjualan kendaraan di pasar domestik maupun ekspor menunjukkan industri otomotif nasional masih memiliki daya saing meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global. Kondisi tersebut dinilai perlu dipertahankan melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku industri.
"Kondisi ini menunjukkan industri manufaktur Indonesia masih memiliki daya tahan yang baik. Momentum positif tersebut harus terus dijaga melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pelaku industri," jelasnya.
Adapun, penjualan kendaraan secara wholesales selama Januari—Juni 2026 mencapai 436.564 unit atau meningkat 15,9% secara tahunan. Pada periode yang sama, ekspor kendaraan utuh atau completely built up (CBU) mencapai 251.705 unit, tumbuh sekitar 7,7% dibandingkan semester I/2025.
Sejalan dengan itu, pemerintah mendorong Isuzu memperkuat komunikasi dengan prinsipal di Jepang agar lebih banyak model diproduksi di Indonesia. Kementerian Perindustrian menyatakan siap memfasilitasi proses tersebut apabila dibutuhkan guna memperluas basis produksi nasional.
"Saat ini Isuzu Karawang Plant memiliki kapasitas produksi hingga 80.000 unit per tahun, meskipun realisasi produksinya masih sekitar 35.000 unit. Kami berharap angka tersebut terus meningkat hingga dapat mencapai 50.000 unit per tahun," tutur Setia.
Dengan kapasitas tersebut, fasilitas manufaktur Isuzu di Karawang mampu memproduksi berbagai jenis kendaraan, mulai dari kendaraan pikap, truk ringan, truk menengah, kendaraan niaga ringan, hingga kendaraan penumpang.
Perlu diketahui, Isuzu telah beroperasi di Indonesia sejak 1974 dan menghadirkan berbagai model yang mewarnai pasar otomotif nasional, di antaranya Panther, MU-X, Traga, GIGA, hingga ELF.
Presiden Direktur Isuzu Astra Motor Indonesia Masayasu Hideshima mengatakan, pencapaian produksi 300.000 unit menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi kendaraan komersial Isuzu untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
"Sejak mulai beroperasi pada 2015, pabrik ini telah berkembang menjadi fasilitas manufaktur berstandar global yang menjadi kebanggaan Indonesia sekaligus bagian penting dari jaringan produksi Isuzu dunia," ujar Hideshima di Isuzu Karawang Plant, Senin (20/7/2026).
Dari sisi kandungan lokal, Isuzu Traga memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 46,45%, diikuti Isuzu GIGA sebesar 38,07% dan Isuzu ELF sebesar 33,04%. Perseroan menilai peningkatan penggunaan komponen lokal turut memperkuat industri pemasok nasional sekaligus mendorong alih teknologi agar memenuhi standar manufaktur global.
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, Isuzu Karawang Plant juga menjadi basis ekspor kendaraan komersial. Sejak memulai pengiriman ke luar negeri pada 2019, kendaraan produksi pabrik tersebut telah dipasarkan ke 25 negara, termasuk Jepang, Afrika Selatan, Filipina, dan Panama.






Komentar (0)