HARIAN.FAJAR.CO.ID, LUTRA – Mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Seminar Awal di Desa Dandang, Kecamatan Sabbang Selatan, Luwu Utara, sebagai langkah awal pelaksanaan program kerja yang dirancang untuk memberdayakan masyarakat miskin ekstrem serta melestarikan budaya lokal.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa KKN Unhas menyampaikan delapan program kerja yang akan dijalankan, terdiri dari satu program utama kelompok dan tujuh program kerja individu. Program utama difokuskan pada pemberdayaan masyarakat miskin ekstrem melalui pengembangan usaha, sesuai dengan arahan Bupati Luwu Utara untuk meningkatkan perekonomian warga yang membutuhkan.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Unhas Desa Dandang, Zulfikar Anggaraksa Hery, menegaskan bahwa tujuan mahasiswa bukan untuk menggurui, melainkan bekerja sama dan belajar bersama warga.
“Kami di sini bukan mau menggurui, melainkan ingin belajar, mengabdi, dan bekerja sama dengan warga. Kami ingin mempraktikkan ilmu yang kami dapatkan di kampus agar bermanfaat untuk desa,” jelas Zulfikar.
Selain program kelompok, terdapat tujuh program individu yang menyasar berbagai aspek kehidupan desa. Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah pelestarian budaya dan kearifan lokal asli Luwu Utara. Mahasiswa berkomitmen agar kemajuan dan inovasi yang dibawa tidak membuat warga kehilangan identitas budaya mereka.
Diskusi dalam seminar berjalan sangat akrab dengan partisipasi aktif dari warga Desa Dandang yang memberikan masukan dan saran membangun. Mahasiswa KKN Unhas menyambut baik berbagai masukan tersebut dan siap menyesuaikan rencana kerja agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan berdampak positif.
Lewat seminar awal ini, mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 menyatakan kesiapan mereka untuk bahu-membahu bersama pemerintah desa dan warga dalam mewujudkan Desa Dandang yang lebih maju, kreatif, dan tetap menjaga kelestarian budaya lokal. (*)






Komentar (0)