AS Kembali Memblokade Selat Hormuz, Iran Menyerang Sejumlah Negara, Trump Ancam Tingkatkan Operasi Militer

erabaru.net
19 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Setelah Iran menyerang sejumlah kapal tanker minyak dan kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz, Amerika Serikat selama beberapa hari berturut-turut melancarkan serangan terhadap sasaran militer Iran serta kembali memberlakukan blokade di selat tersebut. Blokade itu disebut hanya berlaku bagi kapal-kapal dari negara yang memiliki hubungan perdagangan dengan Iran.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Iran kemudian melancarkan serangan terhadap beberapa negara di kawasan Teluk Persia, yang memicu kecaman bersama dari Inggris, Prancis, dan Jerman.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia berharap Iran bersedia mencapai kesepakatan. Ia memperingatkan bahwa apabila tidak tercapai kesepakatan, pekan berikutnya Amerika Serikat akan mulai menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran.

Selain itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan akan berkunjung ke Amerika Serikat pada akhir pekan untuk menghadiri pemakaman Senator Lindsey Graham serta bertemu dengan Presiden Trump.

Trump: Blokade Hanya Berlaku bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran

“Kami akan kembali melakukan blokade. Dan blokade itu hanya ditujukan kepada Iran. Dengan kata lain, negara mana pun yang memiliki hubungan bisnis dengan Iran tidak akan dapat melewati selat tersebut,” katanya. 

Laporan tersebut menyatakan bahwa Amerika Serikat kembali memblokade Selat Hormuz setelah Iran menyerang kapal-kapal dagang dan kapal tanker pada akhir pekan sebelumnya. Pada 12 Juli, hanya enam kapal yang dilaporkan berhasil melintasi selat tersebut. Keesokan harinya, sebuah kapal tanker kembali diserang, mengakibatkan beberapa awak kapal asal India terluka dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Inggris, Prancis, dan Jerman Mengecam Iran

Pada 14 Juli, India dan Inggris memanggil diplomat Iran untuk menyampaikan protes.

Menurut laporan, Inggris memprotes dugaan serangan Iran melalui kelompok proksi terhadap warga Yahudi dan media berbahasa Persia. Parlemen Inggris juga disebut telah meloloskan mosi yang menyatakan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai ancaman terhadap keamanan nasional, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup bagi anggotanya.

Jerman, Prancis, dan Inggris juga mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam tindakan Iran.

“Mereka sudah berunding selama 47 tahun, tetapi belum pernah ada yang mengambil tindakan militer terhadap mereka. Kami akan menghantam mereka dengan keras,” katanya. 

Laporan Menyebut AS Menyerang Berbagai Sasaran Militer Iran

Menurut laporan tersebut, selama beberapa malam berturut-turut militer AS melancarkan serangan udara menggunakan pesawat tempur, drone udara, kapal tanpa awak, dan kapal perang.

Laporan mengklaim bahwa sasaran yang dihancurkan meliputi:

Disebutkan pula bahwa pada malam 13 Juli, serangan AS menjangkau sejumlah lokasi di pesisir Iran, termasuk:

Pada malam 14 Juli, menurut laporan tersebut, sasaran serangan meliputi pangkalan rudal dan drone Iran, stasiun radar pantai, sistem pertahanan udara, wilayah Sirik di dekat Pulau Qeshm, serta Bandar Abbas. Laporan juga menyebut bahwa Amerika Serikat untuk pertama kalinya menggunakan kapal tanpa awak bersenjata untuk menyerang fasilitas pelabuhan pangkalan angkatan laut Iran.

Keesokan harinya, laporan tersebut menyebut AS kembali menyerang Bandar Abbas, pusat komando militer Iran, fasilitas pertahanan udara, instalasi pertahanan pantai di Pulau Greater Tunb, serta pangkalan rudal jelajah.

“Mereka (Iran) sangat ingin berdamai. Mereka tidak menyukai apa yang sedang kami lakukan, jadi mereka memang ingin berdamai. Kita akan lihat apakah akhirnya berdamai dengan mereka atau menyelesaikan persoalan ini sepenuhnya,” ujarnya. 

Trump Ancam Menyerang Infrastruktur Listrik dan Jembatan

Laporan juga menyebut bahwa jembatan Bandar Khamir, yang menghubungkan Bandar Abbas menuju Teheran, beserta beberapa jembatan penting lainnya dihantam serangan pada 16 dan 17 Juli, sehingga pasokan listrik di Bandar Abbas mengalami gangguan.

“Mereka bukan orang baik. Mereka selalu seperti itu, dan sekarang mereka sedang dipukul habis-habisan,” ujar Trump. 

Iran Dilaporkan Menyerang Sejumlah Negara Teluk

Laporan tersebut menyatakan bahwa selain beberapa kali membatalkan kesepakatan dengan Amerika Serikat, Iran juga menyerang sejumlah negara di kawasan Teluk Persia, yaitu:

Selain itu, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran disebut meluncurkan rudal balistik ke sebuah bandara internasional di Arab Saudi, namun rudal tersebut dilaporkan berhasil dicegat.

AS Perkuat Kehadiran Militer di Timur Tengah

Menurut laporan, saat ini Amerika Serikat mengerahkan lebih dari 20 kapal perang dan ratusan pesawat militer dalam operasi di Timur Tengah.

Trump menyebut Amerika Serikat sebagai “penjaga Selat Hormuz.” Ia mengatakan sebelumnya mempertimbangkan mengenakan biaya bagi kapal yang melintasi selat tersebut sebagai bentuk kompensasi. Namun setelah berdiskusi dengan negara-negara Timur Tengah, rencana itu disebut berubah menjadi kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara-negara Teluk.

Laporan juga menyebut bahwa Dubai berencana membangun pelabuhan dan terminal peti kemas di pantai timur Uni Emirat Arab agar jalur perdagangan tidak lagi bergantung pada Selat Hormuz.

Trump kembali memperingatkan: “Minggu depan keadaan mereka akan jauh lebih buruk. Karena minggu depan giliran pembangkit listrik dan jembatan yang akan dibom. Kami akan melumpuhkan semua pembangkit listrik mereka dan menghancurkan jembatan-jembatan mereka, kecuali mereka bersedia duduk di meja perundingan.”

Netanyahu Akan Bertemu Trump

Laporan menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam Konferensi Negev 2026 mengatakan bahwa Israel tidak akan lagi bersikap menahan diri seperti sebelumnya.

Netanyahu juga dijadwalkan berkunjung ke Amerika Serikat untuk menghadiri pemakaman Senator Lindsey Graham, dan dalam kesempatan tersebut akan mengadakan pembicaraan lebih lanjut dengan Presiden Trump.

Laporan disusun oleh Lin Chao dan Liu Jie, NTD News Weekly.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menabung Sambil Bersiap Berlari, bank bjb Ajak Masyarakat Ramaikan Tangerang 10K
• 22 jam lalu
0
thumb
Bank BPD Bali Naik Kelas ke KBMI 2, Modal Inti Tembus Rp6 Triliun
• 16 jam lalu
0
thumb
[FULL] Roy Suryo-Refly usai Hakim Tolak Praperadilan Penetapan Tersangka Kasus Ijazah Jokowi
• 20 jam lalu
0
thumb
PSIM Mulai Belanja Pemain, Ahmad Agung dan Alwi Fadilah Bergabung: Amunisi Baru Lini Pertahanan
• 15 jam lalu
0
thumb
Resto Steak di Menteng Kebakaran
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.