Bank BPD Bali Naik Kelas ke KBMI 2, Modal Inti Tembus Rp6 Triliun

bisnis.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, DENPASAR — PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) mencatatkan modal inti sebesar Rp6,064 triliun per Juni 2026.

Dengan capaian tersebut, bank milik Pemerintah Provinsi Bali itu kini masuk ke dalam kategori Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma menjelaskan kenaikan status menjadi KBMI 2 didorong oleh penguatan permodalan yang konsisten melalui setoran modal pemerintah daerah sebagai pemegang saham, yang mencapai Rp3,63 triliun per Juni 2026.

"Naik kelasnya Bank BPD Bali tidak hanya dimaknai sebagai penguatan struktur permodalan yang akan memperluas ruang ekspansi dan meningkatkan kapasitas layanan, tetapi juga mempertegas komitmen untuk terus bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang semakin tangguh, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat," ujar Sudharma, Senin (20/7/2026).

Dari sisi kinerja, sepanjang semester I/2026 Bank BPD Bali mencatatkan pertumbuhan yang positif. Total aset mencapai Rp42,74 triliun atau meningkat 5,75% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Juni 2025 yang sebesar Rp40,41 triliun.

Sementara itu dari sisi pendanaan, Bank BPD Bali menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp35,05 triliun, naik 3,88% dibandingkan Juni 2025 yang sebesar Rp33,74 triliun. Pendanaan bank juga masih didominasi dana murah (current account saving account/CASA) dengan porsi mencapai 65,31% dari total DPK.

Baca Juga

  • Bank Indonesia Ungkap Alasan Ekonomi Bali Tetap Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global
  • Memasuki Usia 64 Tahun, Bank BPD Bali Target Masuk KBMI Dua

Sudharma mengatakan pertumbuhan DPK didorong oleh transformasi digital melalui penguatan kanal e-banking dan integrasi pembayaran di berbagai layanan, seperti rumah sakit, destinasi wisata, dan institusi pendidikan, guna meningkatkan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan bertransaksi.

Melalui inovasi layanan digital, Bank BPD Bali juga memperkuat aspek teknologi informasi (TI), keamanan siber, dan perlindungan data (data privacy) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh inovasi layanan memiliki tingkat keamanan yang optimal, termasuk melalui pengembangan BPD Bali Mobile, QRIS Tuntas Bank BPD Bali, QRIS Mobile NFC, pengembangan KKI online payment, hingga layanan QRIS cross-border di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, China, dan Korea Selatan.

"Saat ini Bank BPD Bali masih dalam proses pengembangan fitur QRIS Tap NFC single tap dan double tap pada aplikasi BPD Bali Mobile, serta pengembangan API QRIS Tap untuk memperluas akseptansi layanan QRIS Tap Bank BPD Bali bersama mitra perbankan," kata Sudharma.

Pada fungsi intermediasi, hingga akhir kuartal II/2026 Bank BPD Bali menyalurkan kredit sebesar Rp25,85 triliun atau tumbuh 7,08% secara tahunan.

Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto sebesar 0,94% dan NPL neto sebesar 0,03%, yang mencerminkan penerapan manajemen risiko secara prudent. Penyaluran pembiayaan juga tetap difokuskan pada sektor produktif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Siapkan Desain Baru GBK: Gabungkan Olahraga, Hotel, dan Hutan Kota
• 16 jam lalu
0
thumb
Ada Demo Pagi Ini di Jakarta Pusat Selasa 21 Juli, 1.095 Personel Dikerahkan
• 6 jam lalu
0
thumb
Pengamat: Tuntut Hukuman Berat Kepada Eks Jampidsus Demi Keadilan
• 4 jam lalu
0
thumb
Hasto Bantah PDIP Jadi Dalang Demo, Singgung Politik Kambing Hitam
• 11 jam lalu
0
thumb
Kemarau Panjang Dampak El Nino di Pacitan Diperkirakan Hingga Mei 2027
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.