Ada Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat, dan SMA Garuda, Apa Bedanya?

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan perbedaan antara Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), Sekolah Rakyat, dan SMA Unggul Garuda.

Menurutnya, ketiga program tersebut memiliki sasaran yang berbeda, tetapi sama-sama bertujuan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Mu’ti menegaskan, SNT bukan hadir untuk menggantikan program pendidikan yang sudah ada. Menurut dia, SNT akan berjalan berdampingan dengan berbagai program pemerintah lainnya.

“SNT bukan satu-satunya jawaban atas seluruh persoalan pendidikan. SNT juga tidak menggantikan sekolah atau program yang telah ada," kata Mu’ti saat Taklimat Media Penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di gedung Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (20/7).

"SNT berjalan beriringan dengan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, Sekolah Rakyat, SMA Unggul Garuda, serta berbagai kebijakan pendidikan yang lainnya,” lanjut dia.

Mu’ti kemudian menjelaskan, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan menggunakan sistem berasrama. Sementara itu, SNT terbuka untuk semua kalangan serta tidak menerapkan sistem asrama.

“Jika Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem dan berasrama, Sekolah Nasional Terintegrasi diperuntukkan bagi semua kalangan dan tidak berasrama,” ujarnya.

Ia juga membedakan SNT dengan SMA Unggul Garuda. Menurut Mu’ti, SMA Unggul Garuda hanya mencakup jenjang SMA dan menerapkan sistem berasrama. Adapun SNT meliputi jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan serta tidak berasrama.

“Jika SMA Unggul Garuda hanya untuk tingkat SMA dan berasrama, SNT meliputi tingkat SMP dan SMA dan tidak berasrama,” ucapnya.

Selain itu, Mu’ti mengatakan, penerimaan peserta didik di SNT diprioritaskan bagi calon murid yang berasal dari daerah tempat sekolah tersebut dibangun.

“Calon murid baru SNT diperuntukkan bagi calon murid yang berasal dari lokasi tempat SNT berdiri. Misal SNT di Kabupaten Kupang akan menerima calon murid dari Kabupaten Kupang, begitu juga jika SNT di Kota Subulussalam akan menerima calon murid dari Kota Subulussalam,” paparnya.

Mu’ti juga menegaskan setiap program memiliki kelompok sasaran masing-masing, sehingga tidak saling menggantikan.

“Masing-masing program menjawab kebutuhan dan kelompok sasaran yang berbeda, tetapi semuanya bergerak menuju tujuan yang sama, yaitu pendidikan bermutu untuk semua,” tutupnya.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini mulai menyelenggarakan Program SNT pada 2026. Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan pembangunan SNT di 37 lokasi yang akan beroperasi secara bertahap pada 2026 hingga 2027.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gen Z & Budaya Healing: Pelarian atau Strategi Bertahan?
• 5 jam lalu
0
thumb
Sinergi Dua BUMN Dorong Peningkatan Standar Keselamatan Transportasi Laut
• 10 jam lalu
0
thumb
Satpol PP Solo Bongkar Peredaran Miras Ilegal Modus Kemasan Cup di Lokananta
• 11 jam lalu
0
thumb
DJKN Lelang Ferrari 348 GTS Langka, Buka Harga Rp 250 Jutaan
• 55 menit lalu
0
thumb
Persib Tunjukkan Sepak Bola Bisa Merawat Budaya, Mariano Peralta Jadi Bagian Kisahnya
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.