Prabowo Cabut Izin Inpex Jika Tak Ada Kegiatan 6 Bulan di Blok Masela

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan lagi menoleransi proyek strategis yang mangkrak bertahun-tahun, termasuk Proyek LNG Abadi Masela. Ia bahkan menginstruksikan agar izin dicabut apabila pemegang konsesi tidak menunjukkan kemajuan dalam pengembangan proyek.

Prabowo mengungkapkan, saat berkunjung ke Tokyo, Jepang, beberapa waktu lalu, ia telah bertemu langsung dengan manajemen Inpex Corporation selaku operator Blok Masela untuk memastikan komitmen perusahaan asal Jepang tersebut.

"Saya sampaikan ke Inpex dengan baik dan sopan, 'Saudara masih berminat enggak?' Sopan tapi tegas. Sebagai bangsa Indonesia yang ramah, enggak mungkin kita kasih ultimatum. Bukan ultimatum, tapi imbauan. Saya tanya, 'Yang Mulia, apakah Jepang masih berminat?' Masalahnya bangsa Indonesia masih butuh energi, sangat butuh devisa," kata Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7).

Prabowo menegaskan pemerintah kini tidak lagi memberi toleransi terhadap pemegang izin yang membiarkan proyek mangkrak tanpa kejelasan. Ia meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah tegas apabila tidak ada aktivitas dalam pengembangan proyek.

"Kalau Menteri ESDM boleh saya teken-teken. Menteri ESDM, kalau enam bulan enggak ada kegiatan, cabut! Sekarang kita tidak toleransi. HGU, HGB, IUP kita beri, tapi kalau dua tahun tidak ada kegiatan, cabut," ujarnya.

Sikap tersebut sejalan dengan komitmen Prabowo untuk mempercepat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela yang menurutnya sempat tertunda hampir tiga dekade.

Saat menghadiri groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela pada Kamis (16/7), Prabowo mengatakan proyek tersebut merupakan salah satu proyek energi terbesar Indonesia yang penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan penerimaan devisa.

"Perairan kita di Tanimbar di Maluku ini kita memiliki cadangan energi yang sangat besar. Kita sudah sadar ini 28 tahun yang lalu, dan kita menghargai semua unsur, kita apresiasi, kita harus memberi suatu penghargaan sekali lagi kepada semua unsur yang telah memungkinkan proyek ini terwujud," ujar Prabowo.

Proyek Blok Masela mencakup pengembangan lapangan migas, fasilitas pengolahan gas alam cair (LNG), serta fasilitas carbon capture and storage (CCS). Proyek tersebut ditargetkan mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, kondensat hingga 35.000 barel per hari, serta gas alam sekitar 150 juta kaki kubik per hari.

Blok Masela dikelola Inpex Corporation melalui anak usahanya, Inpex Masela Ltd., sebagai operator dengan kepemilikan 65%. Sementara PT Pertamina Hulu Energi Masela memiliki 20% participating interest dan Petronas Masela memegang 15%.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengapresiasi komitmen para investor yang tetap terlibat dalam proyek tersebut.

"Kita hargai dari kawan-kawan kita dari Jepang yang investasi di sini dan kita berterima kasih saudara-saudara kita dari Malaysia, Petronas juga ikut di sini, dan tentunya kita bangga putra-putri kita perusahaan nasional Pertamina ada di sini," katanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
7 Playlist Spotify untuk Menemani Kerja agar Fokus Anda Optimal
• 21 jam lalu
0
thumb
Hasto Bantah PDIP Jadi Dalang Demo, Singgung Politik Kambing Hitam
• 15 jam lalu
0
thumb
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
• 9 jam lalu
0
thumb
Presiden Prabowo Bertekad Berantas Kemiskinan Ekstrem
• 5 jam lalu
0
thumb
BNPB Pastikan Kebakaran 48 Hektare Lahan Perbukitan di Buleleng Berhasil Dipadamkan
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.