Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memimpin rapat koordinasi bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7).
Rapat koordinasi itu juga dihadiri Wakil Ketua DPR Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal, Ketua Komisi V DPR Lasarus, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, COO Danantara Dony Oskaria.
Salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut ialah pemenuhan dana subsidi untuk kapal perintis yang melayani wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pemerintah pun menyetujui tambahan anggaran untuk penyeberangan perintis yang dioperasikan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).
Pras mengungkapkan, tambahan anggaran yang disetujui pemerintah mencapai sekitar Rp 139 miliar untuk ASDP dan sekitar Rp 70 miliar untuk Pelni.
“Yang tadi disampaikan adalah kebutuhan sekitar 139 miliar untuk di ASDP, dan kurang lebih 70 (miliar) sekian untuk yang di Pelni,” tuturnya.
“70 miliar sehingga tadi langsung kami bersama-sama kami berikan persetujuan untuk dua hal yang tersebut ya. Tetapi ada juga permohonan untuk ABT dari Kementerian Perhubungan yang tadi kita sepakati untuk segera hari ini antara Menteri Perhubungan dan Dirjen Anggaran, tim teknisnya, untuk mendetailkan. Tetapi secara prinsip, apa yang diajukan tadi bisa kita sepakati bersama-sama,” tambah dia.
Selain ASDP dan Pelni, pemerintah juga menyetujui dukungan pendanaan bagi DAMRI. Menurut Pras, persoalan yang dihadapi DAMRI berbeda karena lebih berkaitan dengan skema pendanaan, bukan kebutuhan tambahan anggaran secara spesifik.
“Tadi ada penambahan juga permohonan, dan juga kita berikan persetujuan kesanggupan untuk termasuk DAMRI. Kalau ASDP dan Pelni kan berhubungan dengan penyeberangan laut, yang darat ini kan DAMRI yang memiliki masalah yang sama tetapi tidak spesifik memerlukan tambahan anggaran, hanya skema pendanaan yang tadi kita sepakati untuk dicarikan solusi supaya tidak terjadi kembali seperti yang hari ini,” kata Pras.






Komentar (0)