Robotika cerdas dapat menjadi solusi nyata untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan kerja di lingkungan berbahaya, seperti sektor pertambangan,
IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan benchmarking dan serangkaian pertemuan dengan beberapa perusahaan teknologi terkemuka di tengah acara pameran World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China.
Delegasi Indonesia meninjau dan berdiskusi secara langsung tentang perkembangan teknologi paling mutakhir dari beberapa perusahaan teknologi China, seperti Unitree Robotics, Deep Robotics, dan CICT-FiberHome.
“Langkah ini merupakan keberlanjutan dari peta jalan yang telah dibangun sejak 2018, saat Pemerintah meluncurkan inisiatif Making Indonesia 4.0 yang menempatkan teknologi digital dan robotika sebagai fondasi industri masa depan,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).
Dia menambahkan, Indonesia harus mampu menguasai teknologi tersebut dengan mengintegrasikannya bersama kecerdasan buatan (AI). Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk secara konsisten membangkitkan kemandirian teknologi maju.
“Dengan kekuatan SDM yang dimiliki dan dukungan pemerintah terhadap sektor digital, Indonesia optimistis menjadi negara yang disegani di kancah global pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Saat meninjau stand Unitree Robotics, Airlangga menyaksikan demonstrasi kemampuan robot humanoid dan quadruped yang telah digunakan secara komersial untuk inspeksi industri, patroli gardu listrik, hingga riset AI di berbagai universitas dunia. Untuk diketahui, Unitree telah mengirimkan lebih dari 50.000 unit robot quadruped secara global dan menguasai sekitar 70 persen pangsa pasar dunia.
Menyoroti potensi besar penerapan inovasi tersebut, robotika cerdas dapat menjadi solusi nyata untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan kerja di lingkungan berbahaya, seperti sektor pertambangan, minyak dan gas, serta ketenagalistrikan nasional.
“Oleh karena itu, perlu terus didorong perwujudan transfer teknologi dan potensi perakitan serta supply chain di Indonesia agar sejalan dengan program hilirisasi dan pengembangan sumber daya manusia,” kata Airlangga.
Airlangga juga mengunjungi Deep Robotics, perusahaan teknologi yang memiliki spesialisasi dalam robot quadruped untuk inspeksi industri, tanggap darurat, dan operasi berisiko tinggi. Delegasi menilai adanya kesesuaian teknologi ini dengan kebutuhan Indonesia, baik untuk operasional sektor energi dan pertambangan maupun untuk memperkuat kapasitas tanggap bencana nasional.
Teknologi Deep Robotics dapat menjadi terobosan penting dalam mendukung operasi di daerah terpencil dan sulit dijangkau. Di samping itu, inovasi ini turut membuka peluang kemitraan sistem integrasi dengan perusahaan lokal sebagai bagian dari upaya kolektif membangun kemandirian dan daya saing industri nasional.
Kunjungan diakhiri dengan peninjauan ke China Information and Communication Technologies Group (CICT) dan anak usahanya, FiberHome. Sebagai BUMN China berskala global di bidang infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, CICT-FiberHome telah memiliki rekam jejak panjang di Indonesia, khususnya dalam penyediaan perangkat telekomunikasi dan jaringan serat optik.
“Ke depan, terbuka ruang kolaborasi investasi yang lebih luas di Indonesia guna mengembangkan pusat data maupun infrastruktur komunikasi generasi berikutnya,” kata Airlangga.
(NIA DEVIYANA)






Komentar (0)