Menaker Pastikan Tak Ada Calo di Program Magang Nasional 2026

kompas.com
19 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan, pihaknya memperbaiki sistem administrasi pendaftaran yang lebih ketat dan terintegrasi dengan menggunakan teknologi biometrik guna menghindari praktik percaloan dalam proses pendaftaran Program Magang Nasional 2026.

"Sudah menggunakan biometrik. Jadi tidak bisa lagi ada calo pendaftaran magang, ya. Jadi mereka harus daftar sendiri," kata Yassierli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Baca juga: BPS Sediakan 5.000 Kuota di Magang Nasional 2026 Batch 1, Ada 14 Posisi Pilihan

Pendaftaran Program Magang Nasional 2026 diketahui telah dibuka sejak tanggal 15 Juli dan akan ditutup pada 28 Juli 2026 mendatang.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memastikan telah melakukan verifikasi yang cukup ketat terhadap lowongan-lowongan yang diusulkan oleh perusahaan, kementerian, dan lembaga.

"Kita lakukan verifikasi cukup ketat. Kita melihat, satu: perusahaannya oke atau tidak, jujur apa tidak, melaporkan terkait dengan data ketenagakerjaannya," ujarnya.

Baca juga: Cara Membuat Akun SIAPKerja Kemnaker untuk Pendaftaran Program Magang Nasional 2026

Kemenaker juga memastikan lokasi fisik perusahaan benar-benar ada dan bukan fiktif.

Selain itu, Kemenaker juga menyeleksi kesesuaian posisi yang ditawarkan.

Jika pekerjaan yang dibuka tidak sesuai dengan standar posisi lulusan perguruan tinggi, pihaknya tidak segan untuk menolak usulan tersebut.

"Apakah perusahaannya ini benar-benar membuka lowongan sesuai dengan posisi seorang lulusan perguruan tinggi. Kalau tidak, kita coret," ucap Yassierli.

Baca juga: Kemenaker Buka Magang Nasional 2026, Ada Peluang Jadi Karyawan Tetap

Yassierli mengungkapkan, pelaksanaan program magang tahun ini jauh lebih baik dan inklusif.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kesempatan ini tidak hanya dibuka untuk lulusan baru jalur reguler, tetapi juga bagi mereka yang lulus dari pendidikan profesi serta para penyandang disabilitas.

"Kita berharap magang nasional ini menjadi salah satu solusi untuk menyiapkan tenaga kerja kita lebih baik dan lebih produktif," ungkap dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pram Minta Ruang Laktasi di Fasilitas Publik dan Kantor Pemda Ditambah
• 22 jam lalu
0
thumb
Penampakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Tiba di KPK usai Terjaring OTT
• 11 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Hormati Putusan PN Jaksel Tolak Praperadilan Kedua Roy Suryo
• 19 jam lalu
0
thumb
Pabrik Dupa di Kampung Bayur Tangerang Kebakaran, 50 Personel Damkar Dikerahkan
• 13 jam lalu
0
thumb
Baleg setujui harmonisasi RUU Kehutanan yang pertegas masyarakat adat
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.