Menlu Iran Sebut Peluang Damai Tinggal 10 Persen, Negosiasi Tetap Ditempuh untuk Cegah Perang

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya masih memilih jalur diplomasi meski peluang mencapai penyelesaian damai dinilai sangat kecil. Menurutnya, kesempatan sekecil apa pun tetap harus dimanfaatkan untuk menghindari pecahnya perang.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan pada Minggu, 19 Juli 2026. Ia menegaskan Iran tidak ingin menyia-nyiakan peluang yang masih tersedia melalui proses perundingan, meski kemungkinan keberhasilannya diperkirakan hanya sekitar 10 persen.

Baca Juga :
Sebut Peluang Damai dengan AS 10 Persen, Iran Pastikan Ini
Iran Diduga Jual Minyak hingga Rp 107 Triliun Selama Satu Bulan Gencatan Senjata dengan AS

Araghchi mengatakan negosiasi memiliki sejumlah tujuan strategis, salah satunya mencari jalan keluar yang dapat memenuhi tuntutan Iran tanpa harus berujung pada konflik bersenjata.

"Perundingan memiliki beberapa tujuan. Salah satunya adalah kemungkinan menemukan cara melalui negosiasi untuk mencapai tuntutan kami dan kami tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan itu," kata Araghchi.

Iran Nilai Peluang Damai Masih Layak Diperjuangkan

Meski mengakui peluang tercapainya kesepakatan sangat kecil, Araghchi menilai diplomasi tetap merupakan langkah yang wajib ditempuh.

Menurut dia, selama masih ada kemungkinan untuk mencegah perang, Iran akan terus membuka ruang dialog dengan pihak terkait.

"Kami mengatakan bahwa meskipun hanya ada peluang 10 persen untuk mencapai hasil selain perang melalui negosiasi, kami harus memanfaatkan kesempatan itu," ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Iran masih menempatkan jalur diplomatik sebagai salah satu instrumen utama dalam menghadapi meningkatnya ketegangan di kawasan.

Bagi Teheran, negosiasi bukan sekadar upaya mencari kesepakatan, tetapi juga bagian dari komitmen untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.

Diplomasi Dinilai Penting Meski Berakhir Gagal

Araghchi menambahkan, apabila proses negosiasi pada akhirnya tidak membuahkan hasil, Iran tetap memiliki alasan kuat untuk menunjukkan bahwa seluruh langkah damai telah ditempuh.

Ia mengatakan hal itu penting untuk memperlihatkan kepada pihak lawan, masyarakat internasional, maupun rakyat Iran bahwa pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin mencari penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Menurut Araghchi, pendekatan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah sebelum mengambil langkah lain apabila seluruh opsi damai benar-benar tidak lagi tersedia.

Dengan demikian, Iran ingin memastikan bahwa setiap peluang penyelesaian konflik secara damai telah dicoba sebelum mempertimbangkan langkah berikutnya.

Baca Juga :
Iran Gempur Pakai Drone Dua Pangkalan Militer AS di Kuwait
Uni Eropa dan GCC Tegaskas Tolak Pembatasan Pelayaran di Selat Hormuz
CENTCOM Umumkan Pasukan AS Mulai Lancarkan Serangan Baru ke Iran

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
The Odyssey Rajai Box Office Dunia, Raup Rp4,7 Triliun pada Debut Global
• 23 jam lalu
0
thumb
KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Rejang Lebong
• 21 jam lalu
0
thumb
Menteri Muslim Singapura Mundur Gegara Interaksi Online dengan Perempuan
• 16 jam lalu
0
thumb
OTT Bupati Lombok Barat, KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta
• 17 jam lalu
0
thumb
Termasuk di IKN, Pemerintah Siapkan Pembangunan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun Ini
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.