Bank BSN Targetkan Aset Rp87 Triliun pada 2026, Kinerja Semester I Lampaui Target

republika.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mencatatkan kinerja positif sepanjang Semester I 2026 dengan total aset mencapai Rp78,8 triliun atau tumbuh 20,1 persen secara tahunan. Capaian tersebut melampaui target semester pertama dan menjadi modal bagi perseroan untuk membidik total aset sekitar Rp87 triliun hingga akhir tahun.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, perseroan menargetkan total aset sekitar Rp87 triliun, pembiayaan sekitar Rp66 triliun, serta dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp69 triliun pada akhir 2026 dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan dan profitabilitas.

Baca Juga
  • Raih Penghargaan ASR 2026, Bank BSN Tegaskan Komitmen Transformasi
  • Kementerian Haji dan Bank BSN Perkuat Sinergi Tingkatkan Layanan Haji
  • Akad Massal 6.000 Rumah, Pangsa Pasar KPR Subsidi Bank BSN Tembus 24,6 Persen

“Pada tahun 2026, Bank BSN menargetkan total aset sekitar Rp87 triliun, pembiayaan sekitar Rp66 triliun, dan dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp69 triliun, dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan dan kinerja profitabilitas,” ujar Alex usai membuka Business Review Forum Semester I Tahun 2026 di Bandung, Kamis (16/7/2026), berdasarkan siaran pers pada Ahad (19/7/2026).

Menurut Alex, setelah resmi beroperasi sebagai entitas mandiri hasil spin-off dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Bank BSN memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam merespons dinamika pasar sekaligus memperkuat daya saing di industri perbankan syariah.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026, total aset Bank BSN meningkat menjadi Rp78,8 triliun dari Rp65,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Realisasi tersebut mencapai 100,8 persen dari target Semester I 2026 dan menempatkan Bank BSN sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia.

Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan yang mencapai Rp59,6 triliun atau meningkat 23,0 persen secara tahunan. Nilai tersebut setara dengan 99,2 persen dari target semester pertama.

Portofolio pembiayaan masih didominasi sektor perumahan dengan kontribusi sekitar 93 persen terhadap total pembiayaan. Rinciannya terdiri atas KPR Subsidi sebesar Rp37,19 triliun, KPR Nonsubsidi Rp18,36 triliun, Yasa Griya Rp1,97 triliun, Non-Yasa Griya Rp1,28 triliun, dan pembiayaan non-KPR Rp0,81 triliun.

Pada segmen KPR subsidi, Bank BSN menargetkan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 73.700 unit sepanjang 2026. Hingga Juni 2026, perseroan telah merealisasikan pembiayaan FLPP untuk 27.888 unit.

Dari sisi pendanaan, penghimpunan dana pihak ketiga mencapai Rp61,6 triliun atau tumbuh 11,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut turut didukung penguatan layanan digital melalui aplikasi Bale Syariah by BSN.

Pertumbuhan intermediasi juga mendorong laba bersih Bank BSN menjadi Rp444 miliar pada Semester I 2026 atau meningkat 10,7 persen secara tahunan. Realisasi tersebut mencapai 112,2 persen dari target semester pertama.

Indikator profitabilitas juga menunjukkan perbaikan. Net Interest Margin (NIM) meningkat menjadi 4,00 persen dari 3,72 persen pada periode yang sama tahun lalu, sementara pendapatan berbasis komisi (fee-based income) melonjak 89,9 persen menjadi Rp127,3 miliar.

“Di paruh kedua ini, kami akan fokus mempercepat pengelolaan kualitas aset, mengoptimalkan penagihan, serta memperkuat pencadangan agar ekspansi bisnis tetap berjalan amanah dan prudent,” kata Alex.

Business Review Forum yang berlangsung pada 16-17 Juli 2026 turut menghadirkan Ignatius Jonan serta Managing Director Human Capital Danantara Asset Management Agus Dwi Handaya. Keduanya berbagi pandangan mengenai transformasi bisnis dan pengembangan sumber daya manusia.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, BTN akan terus mendukung pengembangan Bank BSN agar tumbuh secara berkelanjutan dan memperkuat ekosistem perbankan syariah nasional.

Menurut Nixon, potensi pasar perbankan syariah di Indonesia masih sangat besar. Dengan dukungan induk usaha dan sinergi bersama para pemangku kepentingan, Bank BSN diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai bank syariah yang berfokus pada pembiayaan perumahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem keuangan syariah nasional.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KKN Unhas Dorong Pemberdayaan dan Pelestarian Budaya di Luwu Utara
• 5 jam lalu
0
thumb
Proyek Tanggul Laut Pantura Jateng Dimulai Oktober 2026, Ini Tantangannya
• 9 jam lalu
0
thumb
BI Catat Kredit Baru Tumbuh Signifikan pada Triwulan II-2026
• 8 jam lalu
0
thumb
Lebih Dekat dengan Agustianne Marbun, Frank Hutapea Ungkap Sosok Wanita Hebat di Balik Kesuksesan Hotman Paris
• 22 jam lalu
0
thumb
Prabowo: Indonesia Juara Utama Digitalisasi Pendidikan PBB, Kita Diakui Dunia!
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.