Xavi justru membuka pintu lebar-lebar untuk menangani tim nasional. Jadwal yang lebih longgar dibandingkan kompetisi antarklub menjadi salah satu alasan utama di balik pilihannya tersebut.
"Tim nasional akan cocok bagi saya dari sisi kehidupan keluarga," kata Xavi dalam wawancara bersama RNE, sebagaimana dikutip Barca Blaugranes.
Pelatih berusia 46 tahun itu menjelaskan bahwa dirinya memiliki anak-anak yang masih kecil. Menangani klub berarti mengikuti jadwal latihan, pertandingan domestik, kompetisi antarklub, perjalanan tandang, dan tekanan harian yang nyaris tidak memberikan ruang untuk berhenti.
Situasi tersebut berbeda dengan pekerjaan sebagai pelatih tim nasional. Meski tanggung jawabnya tetap besar, kalender pertandingan internasional tidak berjalan sepadat klub. Bagi Xavi, keseimbangan itu kini ikut menjadi bahan pertimbangan, bukan semata-mata nama besar atau nilai kontrak.
Xavi Ingin Kembali, tetapi Tidak Terburu-buru
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Xavi belum kehilangan gairah untuk melatih. Ia tetap ingin kembali ke lapangan dan terlibat dalam proyek kompetitif, hanya bentuk pekerjaannya mungkin berbeda dari yang selama ini diperkirakan.
Xavi secara terbuka mengaku tertarik merasakan turnamen internasional sebagai pelatih. Daftarnya cukup luas, mulai dari Piala Dunia, Kejuaraan Eropa, Piala Afrika hingga Piala Asia. Artinya, kemungkinan yang dipertimbangkannya tidak terbatas pada tim nasional Eropa saja.
Sinyal tersebut terasa penting karena selama masa istirahatnya, nama Xavi beberapa kali dikaitkan dengan pekerjaan di level klub. Namun, pernyataan terbaru ini memperlihatkan adanya perubahan titik berat.
Ia tidak menutup kemungkinan kembali berkarier sebagai pelatih di sebuah klub, tetapi menjadi juru taktik tim nasional terlihat lebih cocok dengan kebutuhan hidupnya saat ini.
Xavi sendiri belum menyebut negara tertentu yang ingin dilatih. Karena itu, pernyataannya belum dapat dibaca sebagai tanda bahwa ia sedang mendekati satu federasi tertentu.
Dua Tahun Setelah Meninggalkan Barcelona
Xavi belum kembali melatih sejak mengakhiri perjalanannya bersama Barcelona pada 2024. Pihak klub ketika itu mengumumkan bahwa ia tidak akan melanjutkan tugas sebagai pelatih kepala pada musim berikutnya. Masa kerjanya di tim utama Barcelona pun berakhir setelah berjalan sekitar dua setengah tahun.
Ia mulai menangani Barcelona pada November 2021 setelah meninggalkan Al-Sadd. Sebelum pulang ke Camp Nou, Xavi meraih tujuh trofi selama berkarier sebagai pelatih di Qatar.
Di Barcelona, Xavi sempat membawa klub menjuarai Piala Super Spanyol 2023. Trofi tersebut kemudian disusul gelar La Liga pada musim yang sama.
Masa kepelatihannya memang tidak selalu tenang, tetapi ia tetap meninggalkan fondasi penting melalui pemberian kesempatan kepada sejumlah pemain muda.
Setelah meninggalkan klub yang membesarkan namanya, Xavi memilih mengambil jarak dari rutinitas sepak bola. Ia menikmati waktu bersama keluarga sembari menunggu proyek yang dianggap tepat, kompetitif, dan memungkinkan dirinya kembali mengejar trofi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)






Komentar (0)