CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Darije Kalezic memilih meninggalkan Eropa untuk kembali ke Makassar. Bukan sekadar menerima pekerjaan baru, pelatih asal Bosnia itu mengaku datang karena merasa terpanggil membantu PSM Makassar bangkit dari masa sulit.
Darije resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala PSM dengan kontrak tiga tahun dalam acara yang digelar di Makassar Creative Hub (MCH), Pantai Losari, Minggu (19/7) petang.
Di hadapan media dan manajemen klub, Darije membuka alasannya menerima pinangan PSM untuk kedua kalinya. Ia mengaku terlebih dahulu menganalisis performa tim dalam beberapa bulan terakhir sebelum mengambil keputusan kembali ke Indonesia.
"Saya melihat PSM tidak memberikan performa seperti yang saya harapkan, terutama jika dibandingkan pada periode (2019) saat saya pernah ada di sini dahulu," kata Darije.
Menurutnya, kondisi tersebut justru membuat dirinya merasa memiliki tanggung jawab untuk kembali membantu klub yang pernah memberinya banyak kenangan, salau satunya saat membawa Pasukan Ramang juara Piala Indonesia 2019.
"Pada saat PSM memiliki waktu yang sulit seperti ini, bagi saya itu justru menjadi tugas penting untuk kembali. Saya merasa terpanggil untuk bekerja lagi bersama orang-orang Makassar dan membawa PSM ke tempat di mana selayaknya berada," ujarnya.
Kenangan tujuh tahun lalu menjadi alasan emosional yang kuat. Darije mengaku masih mengingat suasana kebersamaan bersama pemain, masyarakat Makassar, dan suporter PSM.
"Saya punya kenangan indah di sini. Kenangan bekerja dengan orang-orang yang ada di PSM Makassar, dan juga kebersamaan bersama fans-fans PSM. Saya berada di sini karena ingin menciptakan situasi yang sama seperti sebelumnya dengan PSM," tutur Darije.
Ia menegaskan kebangkitan PSM tidak bisa dicapai secara instan. Karena itu, dirinya sepakat dengan manajemen untuk menjalani proyek jangka panjang selama tiga tahun.
"Untuk mengembalikan PSM lagi ke tingkat yang sama, itu tidak berfungsi seperti menyalakan lampu. Ini adalah sebuah proses. Itulah kenapa saya setuju dengan klub untuk menandatangani kontrak pekerjaan selama tiga tahun," katanya.
Sebelum menerima tawaran tersebut, Darije mengaku telah berdiskusi panjang dengan para pemimpin di PSM, termasuk Munafri Arifuddin. Dari pembicaraan itu, mereka memiliki visi yang sama untuk mengembalikan PSM ke posisi yang seharusnya.
Namun, alasan paling emosional datang ketika Darije menjelaskan keputusan besarnya meninggalkan Eropa demi kembali ke Makassar.
"Saya memutuskan mengambil keputusan untuk meninggalkan Eropa demi berada bersama kalian semua di sini sekarang. Kenapa? Karena saya suka klub ini, saya suka penontonnya, saya suka budaya klub ini, saya suka orang-orang Makassar, dan saya percaya bahwa dengan kita bersama, kita bisa mencapai target yang kita inginkan ini," tegasnya.
Dalam masa kontraknya, Darije juga berharap PSM bisa kembali bermain di Kota Makassar setelah beberapa musim menjadi "musafir". Menurutnya, bermain di depan publik sendiri akan menjadi bagian penting dari proses kebangkitan klub.
Menutup pernyataannya, Darije mengajak seluruh pemain dan elemen klub untuk kembali menghidupkan semangat khas Juku Eja.
"Ini saatnya para pemain kita untuk bangkit dan menunjukkan budaya Ewako!" serunya.





Komentar (0)