Bendung Katulampa Mengering, Wisata Air Warna Warni Tetap Ramai Saat Akhir Pekan

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Keringnya Bendung Katulampa tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk bermain. Ini terlihat dari ramainya bocah yang bermain air di Wahana Ngaloen, Kampung Warna-Warni Katulampa, Bogor.

Pantauan kumparan, Minggu (19/7), area wisata air yang dikelola warga sekitar itu masih banyak didatangi pengunjung meski ketinggian air lebih rendah dari biasanya. Lokasi tempat wisata ini berjarak sekitar 300 meter setelah Bendung Katulampa.

Pengurus Wahana Ngaloen, Ade (52), mengatakan berkurangnya debit air belum memengaruhi jumlah pengunjung. Menurutnya, saat ini memang pengunjung lebih ramai pada akhir pekan karena anak-anak sudah kembali masuk sekolah.

“Alhamdulillah sih, kalau sekarang kan sudah mulai masuk sekolah, jadi ramainya Sabtu sama Minggu. Hari-hari biasa ya satu dua orang lah. Nah kalau masalah dampak, sebetulnya enggak ada sih,” kata Ade kepada kumparan saat ditemui di lokasi.

Ade mengatakan, pengunjung tidak hanya berasal dari sekitar Katulampa. Beberapa wisatawan bahkan datang dari luar daerah, seperti Bekasi.

“Banyak sih. Kemarin saya tanya ada yang dari Bekasi juga. Kalau yang dekat ya tetangga-tetangga kampung sini,” ujarnya.

Meski wisata tetap berjalan normal, Ade mengakui kemarau mulai dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari. Sejumlah sumur milik warga dilaporkan mulai mengering sejak sekitar satu bulan terakhir.

“Kalau dampak kemarau ya ada. Di sini mayoritas masih pakai sumur. Ada yang sudah kering, ada yang surut. Sudah sekitar satu bulanan,” ujarnya.

Ia mengatakan sebagian warga kini harus menampung air lebih dulu ke dalam toren karena debit air sumur tidak lagi stabil.

“Kalau sumur saya di rumah, ngisi satu toren, nanti ngisi lagi malamnya. Jadi ditampung dulu ke toren,” tuturnya.

Ade menambahkan, sebagian warga juga masih memanfaatkan aliran sungai untuk mencuci pakaian di tengah berkurangnya ketersediaan air dari sumur.

Sebelumnya, Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Katulampa sempat turun hingga menyentuh angka 0 sentimeter pada Sabtu (18/7).

Penjaga Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, mengatakan debit Sungai Ciliwung memang mengalami penurunan signifikan akibat musim kemarau. Dalam beberapa hari terakhir, TMA berfluktuasi di kisaran 0 hingga 10 sentimeter.

"Untuk TMA Bendung Katulampa sekarang sudah mulai surut. TMA Bendung Katulampa 0 sentimeter. Dalam beberapa hari memang pernah 0 cuma ada 1-2 jam, terus 10 lagi, 0 lagi, begitu. Dampaknya memang mulai terasa karena musim kemarau," kata Alwan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Unesa Nonaktifkan Terduga Pelaku Objektifikasi Seksual dari Kegiatan Kampus
• 13 jam lalu
0
thumb
Arebi Bidik Sertifikasi 5.000 Broker Properti, Sanksi Berlaku Mulai Oktober 2026
• 14 jam lalu
0
thumb
Seskab: Pemerintah Targetkan Renovasi 400.000 Rumah Tidak Layak Huni Tahun Ini
• 7 jam lalu
0
thumb
Cara Dapat Sertifikat Tanah Gratis untuk Program MBR 2026, Simak Syarat dan Kelompok Penerima
• 17 jam lalu
0
thumb
ITDC Ungkap Persiapan di Sirkuit Mandalika Jelang MotoGP 2026
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.