Karawang, VIVA – Tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus berkembang. Selain mobil listrik murni, kini semakin banyak produsen menghadirkan model hybrid dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) sebagai alternatif bagi konsumen yang ingin mengurangi konsumsi bahan bakar.
Di tengah persaingan tersebut, Mitsubishi Motors memilih membekali New Xforce HEV dengan teknologi hybrid atau hybrid electric vehicle (HEV), bukan PHEV. Keputusan itu bukan tanpa alasan, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari di Indonesia.
Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Atsushi Kurita, mengatakan Xforce HEV dirancang agar konsumen tetap bisa merasakan pengalaman berkendara yang mendekati mobil listrik tanpa harus bergantung pada fasilitas pengisian daya.
"Kalau dibandingkan dengan model hybrid lainnya, Xforce HEV menawarkan akselerasi yang halus, kabin yang senyap, dan kenyamanan berkendara yang tinggi," ujarnya saat sesi diskusi usai kegiatan test drive media, dikutip VIVA Otomotif Minggu 19 Juli 2026.
Berbeda dengan PHEV yang baterainya perlu diisi menggunakan sumber listrik eksternal, baterai pada Xforce HEV akan terisi secara otomatis melalui kerja mesin bensin dan sistem pengereman regeneratif. Dengan begitu, pengemudi tidak perlu mencari stasiun pengisian daya ataupun mengisi baterai di rumah.
Menurut Mitsubishi, pendekatan tersebut membuat penggunaan kendaraan menjadi lebih praktis, terutama bagi konsumen yang memiliki mobilitas tinggi. Pengemudi cukup mengisi bahan bakar seperti mobil konvensional, sementara sistem hybrid akan mengatur kerja mesin bensin dan motor listrik secara otomatis sesuai kondisi berkendara.
General Manager Product Strategy Division PT MMKSI, Hikaru Mii, menjelaskan bahwa penggunaan platform yang sama dengan Xforce bermesin bensin juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan model hybrid. Hal ini memungkinkan karakter pengendalian dan kenyamanan berkendara tetap dipertahankan meski kendaraan dibekali sistem elektrifikasi.
Ia juga menjelaskan bahwa baterai pada mobil hybrid memiliki bobot yang lebih ringan dibanding PHEV maupun mobil listrik murni. Dengan tambahan bobot yang relatif kecil, perubahan karakter handling kendaraan dapat diminimalkan sehingga sensasi berkendara tetap mirip dengan Xforce versi bensin.






Komentar (0)