BANDUNG, KOMPAS - Pemerintah Provinsi Jawa Barat merobohkan sebuah perpustakaan dalam pengerjaan proyek penggabungan halaman depan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu di Kota Bandung sejak April 2026. Pembongkaran ini menjadi ironi di tengah indeks pembangunan literasi masyarakat di Jabar yang masih di bawah angka rata-rata nasional, yakni 40,06.
Para pekerja merobohkan perpustakaan yang berada di kawasan Lapangan Gasibu. Perpustakaan ini biasanya dimanfaatkan oleh para pengunjung yang datang ke kawasan lapangan dengan panjang lintasan lari 400 meter tersebut.
Selain perpustakaan, pekerja membongkar Jalam Diponegoro sepanjang 130 meter di depan halaman Gedung Sate yang merupakan kantor Gubernur Provinsi Jawa Barat.
Padahal jalan itu berstatus sebagai jalan kolektor primer yang menghubungkan kawasan subperkotaan dengan pusat perkotaan dalam suatu wilayah.
Koordinator Sekolah Taman, Adjo Akasia, saat ditemui di Kota Bandung pada Minggu (19/7/2026) mengecam pembongkaran Perpustakaan Gasibu. Ia menilai sikap Pemprov Jabar itu sungguh keterlaluan.
Menurut Adjo, sikap tersebut menunjukkan sikap ketidakpedulian pemerintah terhadap fasilitas publik yang membangun literasi masyarakat. Padahal, tingkat literasi di Jabar masih rendah.
Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Stastistik (BPS) yang diperbaharui pada Februari 2026, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jabar dengan angka 18,7. Angka ini masih rendah dari angka IPLM nasional yakni 40,06.
Angka IPLM Jabar juga paling rendah di Pulau Jawa. Diketahui angka IPLM DKI Jakarta mencapai 44,15, Banten 48,59, Jawa Tengah 38,86, dan Jawa Timur 56,29. IPLM adalah metrik ukur yang digunakan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI untuk menilai usaha pemerintah daerah dalam membina dan mengembangkan perpustakaan sebagai wahana belajar.
"Sungguh disesalkan perpustakaan harus dikorbankan demi pembangunan. Padahal, angka literasi masyarakat kita masih rendah, " tuturnya.
Hal senada disampai Susan Angelika, inisiator komunitas Indung Bandung Ngariung (IBN). Ia mengaku patah hati saat mendapatkan kabar tersebut.
Ia mengatakan, Perpustakaan Gasibu merupakan perpustakaan yang aktif dan banyak dimanfaatkan masyarakat. Dirinya termasuk salah satu pengunjung Perpustakaan Gasibu.
"Hal ini terkesan pemerintah tidak mau menyediakan akses bagi masyarakat untuk membaca buku dan ruang berkumpul di perpustakaan," tuturnya.
Sementara itu, anggota Komisi V DPRD Jabar Zaini Shofari mengaku tak tahu ihwal proyek penataan halaman Gedung Sate yang membongkar jalan umum hingga perpustakaan di Lapangan Gasibu.
Zaini pun menyesalkan pembongkaran perpustakaan tersebut. Sebab, keberadaan ruang terbuka hijau dan fasilitas publik di perkotaan seperti Bandung seharusnya diperbanyak.
Menanggapi kritik itu, Sekretaris Daerah Jabar Herman Suryatman mengatakan, Pemprov Jabar tetap berkomitmen memberikan layanan literasi kepada masyarakat. Selain perpustakaan digital, Pemprov Jabar juga bakal menyediakan perpustakaan keliling di sekitar Lapangan Gasibu.
Layanan perpustakaan juga dapat diakses masyarakat melalui perpustakaan umum terdekat, salah satunya Perpustakaan Umum Kota Bandung yang berada di Jalan Seram Nomor 2 Bandung, tidak jauh dari area Gedung Sate dan Lapangan Gasibu.
"Insya Allah, Lapangan Gasibu terintegrasi dengan halaman Gedung Sate dan masyarakat tetap mendapatkan layanan literasi," ucap Herman.






Komentar (0)