REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyerahkan bantuan 150 jaket pelampung atau life jacket kepada para nelayan di Muara Angke, Jakarta Utara, pada Minggu. Langkah ini merupakan bagian dari kampanye membangun budaya pelayaran aman dan menekan risiko kecelakaan laut di kawasan pesisir ibu kota.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap standar keselamatan, kelaikan kapal, penggunaan alat keselamatan seperti life jacket, serta pemahaman terhadap kondisi cuaca dan alur pelayaran adalah kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut.
Dalam kegiatan "Kampanye Keselamatan Pelayaran" tersebut, dari total 150 unit jaket pelampung yang diserahkan, sebanyak 50 unit di antaranya berasal dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Tidak hanya life jacket, bantuan lain juga turut diberikan kepada masyarakat maritim setempat.
"Tidak hanya life jacket, 2.216 buku Pelaut Merah, dan 6 e-pas kecil juga turut diberikan kepada nelayan dan masyarakat maritim setempat," ujar Masyhud.
Muara Angke Kawasan Strategis dengan Mobilitas Tinggi
Masyhud menjelaskan bahwa Muara Angke merupakan kawasan strategis dengan aktivitas pelayaran dan perikanan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, mobilitas kapal di kawasan tersebut harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia menekankan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan peran aktif seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu, ia mengajak seluruh pemilik kapal, operator, nakhoda, awak kapal, dan nelayan untuk selalu memastikan kapal dalam kondisi laik laut sebelum berlayar.
"Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pelayaran, karena tidak ada aktivitas yang lebih penting daripada perlindungan terhadap jiwa manusia," tegasnya.
Masyhud menambahkan, penggunaan life jacket merupakan langkah sederhana namun sangat penting dalam upaya melindungi keselamatan jiwa. Alat ini dapat menjadi penyelamat utama apabila terjadi keadaan darurat atau kecelakaan di laut.
"Kami berharap kampanye keselamatan pelayaran ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif, menjadikan keselamatan sebagai budaya, dan mewujudkan pelayaran yang aman, nyaman, dan berkelanjutan," kata dia.
Kesinambungan Program Keselamatan
Plt Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Triono, mengungkapkan bahwa bantuan yang diserahkan pada kegiatan itu merupakan kesinambungan dari kampanye keselamatan pelayaran yang sebelumnya telah dilaksanakan di Pelabuhan Penumpang Kaliadem, Muara Angke.
"Di mana, Kementerian Perhubungan telah menyalurkan 604 unit life jacket, 10 unit life buoy, 180 paket sembako, 2.791 buku Pelaut Merah, serta 38 e-pas kecil kepada masyarakat maritim setempat pada Desember 2025 silam," ujarnya.
Kampanye yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke itu diikuti oleh 102 peserta dari unsur Kementerian Perhubungan, instansi pemerintah daerah, asosiasi, pemangku kepentingan pelayaran, serta perwakilan nelayan dan awak kapal wisata di wilayah DKI Jakarta.
Kegiatan itu turut dihadiri oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) III, Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Metro Jaya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan Provinsi DKI Jakarta, perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), serta tokoh masyarakat dan perwakilan nelayan Muara Angke.
"Melalui sinergi seluruh pihak, Ditjen Perhubungan Laut optimis budaya keselamatan pelayaran akan semakin kuat, sehingga mampu menekan angka kecelakaan di laut dan meningkatkan perlindungan bagi masyarakat maritim Indonesia," tegas Triono.
Komentar (0)