AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran usai Dua Tentaranya Tewas di Yordania

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Washington: Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara baru terhadap Iran pada Sabtu, 18 Juli 2026, sebagai respons atas serangan rudal dan drone Iran terhadap pangkalan militer di Yordania yang menewaskan dua personel militer AS, menyebabkan satu hilang, serta melukai empat lainnya.

Dikutip dari India Today, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut bertujuan memberikan hukuman cepat kepada Garda Revolusi Iran sekaligus melemahkan kemampuan Teheran mengganggu lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz.

Perkembangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Beberapa saat sebelum pengumuman serangan AS, pemimpin tertinggi Iran memperingatkan Washington akan menghadapi "pelajaran yang tak terlupakan" apabila terus menyerang Republik Islam Iran.

Pemerintah Iran juga menyatakan menghentikan pelaksanaan komitmennya dalam kesepakatan sementara yang ditandatangani sekitar satu bulan lalu untuk mengakhiri pertempuran secara permanen.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan langkah tersebut diambil karena Amerika Serikat dinilai telah melanggar komitmennya dalam perjanjian tersebut.

CENTCOM menyebut dua personel yang gugur merupakan korban pertama militer AS akibat serangan langsung Iran sejak awal konflik. Empat personel lain yang terluka telah dievakuasi ke rumah sakit, sementara identitas korban tewas belum diumumkan.

Sejak perang dimulai, sebanyak 16 personel militer AS dilaporkan tewas dan lebih dari 430 lainnya mengalami luka-luka. Konflik Memanas Di sisi lain, Iran melaporkan sedikitnya 50 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka akibat serangan udara Amerika Serikat selama tiga pekan terakhir. Delapan korban di antaranya dilaporkan meninggal dalam serangan terhadap sebuah jembatan pada Jumat.

CENTCOM menyatakan gelombang serangan terbaru menargetkan lokasi pengawasan, infrastruktur logistik militer, gudang senjata bawah tanah, serta kemampuan maritim Iran.

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan serangan udara AS juga menghantam fasilitas listrik dan desalinasi di Provinsi Hormozgan. Kantor berita IRNA menyebut fasilitas desalinasi Bonji hancur sehingga memutus pasokan air bagi sekitar 10.000 warga, sementara fasilitas serupa di Pulau Qeshm mengalami kerusakan.

Konflik juga berdampak ke sejumlah negara di kawasan Teluk. Kuwait melaporkan fasilitas desalinasi air dan instalasi minyak terkena serangan Iran, yang menyebabkan kebakaran serta gangguan pada sejumlah unit pembangkit listrik. Otoritas Kuwait juga sempat menutup wilayah udaranya akibat ancaman rudal.

Di Irak, otoritas menyatakan berhasil menembak jatuh drone serang di wilayah Irbil. Yordania mengaku sistem pertahanan udaranya mencegat rudal Iran, sementara Bahrain dan Arab Saudi beberapa kali mengaktifkan sirene serangan udara.

Baca juga: Iran Sebut Serangan AS Tewaskan 50 Orang dan Lukai Lebih dari 500 Warga


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Digelar di Yogyakarta, Inacraft Festival 2026 Jadi Sarana Kenalkan Kerajinan Lokal ke Pasar Global
• 9 jam lalu
0
thumb
Pemuda Madiun Kabur Saat Tur Korsel, Ibunda Ditagih Rp 50 Juta
• 15 jam lalu
0
thumb
PTBA Ubah Komite Audit, Laporan Keuangan Semester I/2026 Bakal Limited Review
• 5 jam lalu
0
thumb
Viral Siswi SD di Lampung Timur Di-bully Teman Sekolah, Dipukul Bergantian hingga Trauma
• 1 jam lalu
0
thumb
Ramalan Cuaca, Jabodetabek Berawan Hari Ini
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.