Bisnis.com, JAKARTA — PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) melakukan perubahan susunan Komite Audit sekaligus memastikan laporan keuangan semester I/2026 akan ditelaah secara terbatas (limited review) oleh akuntan publik sebagai upaya mempercepat proses audit laporan keuangan tahunan 2026.
Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), PTBA menyampaikan Dewan Komisaris telah menetapkan perubahan anggota Komite Audit melalui Keputusan Dewan Komisaris Nomor 5/SK/PTBA-DEKOM/VII/2026 tertanggal 16 Juli 2026.
"Berdasarkan keputusan tersebut, PTBA memberhentikan Jenny Rizkiana sebagai anggota Komite Audit dan mengangkat IGB Surya Negara sebagai anggota Komite Audit yang baru," jelas PTBA dalam keterbukaan informasi, Jumat (17/7/2026).
Dengan perubahan tersebut, susunan Komite Audit PTBA per 16 Juli 2026 menjadi:
- Ida Bagus Putu Dunia (Komisaris Utama Independen) sebagai Ketua;
- Wakhid Kurniawan Saputra sebagai anggota dari pihak independen; dan
- IGB Surya Negara sebagai anggota dari pihak independen.
Perseroan menjelaskan perubahan tersebut disampaikan untuk memenuhi ketentuan Peraturan OJK Nomor 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.
Secara terpisah, PTBA juga mengumumkan rencana penyampaian laporan keuangan tengah tahun 2026 yang akan melalui proses limited review oleh akuntan publik.
Langkah tersebut mengacu pada POJK Nomor 14/POJK.04/2022 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik serta Peraturan Bursa Nomor I-E mengenai kewajiban penyampaian informasi.
Manajemen PTBA menjelaskan bahwa pelaksanaan limited review dilakukan antara lain untuk mempercepat proses audit atas laporan keuangan tahunan perseroan per 31 Desember 2026.
Melalui skema tersebut, laporan keuangan semesteran akan terlebih dahulu ditelaah oleh akuntan publik sebelum audit penuh atas laporan keuangan tahunan dilakukan.
Praktik ini diharapkan dapat membuat proses penyusunan dan penyelesaian audit tahunan menjadi lebih efisien, sekaligus meningkatkan kualitas dan kesiapan laporan keuangan perusahaan.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.






Komentar (0)