Juara MMA Suwardi Tampil di Film Laga dengan Isu Perdagangan Orang

metrotvnews.com
22 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Isu perdagangan orang kembali diangkat ke layar lebar melalui film laga Leave No One Behind (LNOB). Film ini mengangkat cerita mengenai upaya penanganan tindak pidana perdagangan orang yang dikemas dalam balutan aksi dan drama.

Executive Producer Leave No One Behind, Muhammad Chairul Basyar, mengatakan pemilihan petarung Mixed Martial Arts (MMA) Suwardi 'Becak Lawu' sebagai pemeran utama dilakukan untuk menghadirkan adegan laga yang terasa lebih alami.

"Saya sengaja menggandeng Suwardi 'Becak Lawu' karena saya ingin adegan aksinya nyata, bukan sekadar koreografi. Dia juara MMA, gerakannya punya kredibilitas. Untuk film yang mengangkat keberhasilan kepolisian menumpas kejahatan, saya butuh sosok yang benar-benar bisa membawa intensitas itu ke layar," kata Muhammad Chairul Basyar dalam keterangan pers dikutip, Sabtu, 18 Juli 2026.

Baca Juga :

Usai Tinggalkan Arena MMA, Suwardi Pilih Kenalkan Silat Lewat Film
 
Menurut Chairul, film tersebut tidak hanya menyajikan aksi, tetapi juga mencoba mengangkat persoalan perdagangan orang yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Ia menilai berbagai upaya penindakan yang dilakukan aparat memiliki nilai cerita yang layak diperkenalkan kepada masyarakat melalui media perfilman.

"Film aksi kita punya potensi besar, dan kisah keberhasilan kepolisian itu bahan cerita yang luar biasa. Lewat Leave No One Behind, saya ingin publik melihat sisi heroik dari kerja aparat, sekaligus menikmati film laga yang menghibur," jelas Muhammad Chairul Basyar.


Suwardi 'Becak Lawu' akan menjadi pemeran utama dalam film laga Leave No One Behind (LNOB). Dokumentasi/ Instagram Suwardi.

Suwardi sendiri dikenal sebagai mantan juara kelas terbang One Pride MMA dengan julukan 'Becak Lawu'. Pengalamannya sebagai atlet bela diri dimanfaatkan dalam sejumlah adegan pertarungan yang dibuat dengan pendekatan realistis.

Film ini juga menghadirkan aktor laga Macho Hungan sebagai tokoh antagonis. Pertemuan dua karakter dengan latar belakang bela diri berbeda menjadi salah satu elemen aksi yang ditampilkan sepanjang cerita.

Chairul menjelaskan peluncuran film tersebut dipilih bertepatan dengan Bulan Bhayangkara dan menjelang Hari Dunia Anti-Perdagangan Orang yang diperingati setiap 30 Juli.

"Ini cara saya, sebagai sineas, ikut mengapresiasi dan menyuarakan isu yang penting. Menggandeng Suwardi 'Becak Lawu' adalah bagian dari komitmen itu — menghadirkan karya yang serius sekaligus menghibur," ungkap Muhammad Chairul Basyar.

Melalui pendekatan tersebut, Leave No One Behind diharapkan dapat menjadi salah satu film yang tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga mengajak penonton mengenal persoalan perdagangan orang yang masih menjadi perhatian di berbagai daerah.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Narasi ‘Demo Bayaran’ dan Masa Depan Kebebasan Berpendapat
• 11 jam lalu
0
thumb
John Herdman Puji 3 Pemain Bali United yang Ikut TC Timnas Indonesia
• 9 jam lalu
0
thumb
Tanda Tanya di Balik Beda Perlakuan Kejagung terhadap Don Ritto dan Febrie Adriansyah
• 2 jam lalu
0
thumb
Tiga Motor Dilaporkan Hilang ke SS Hari Ini, Salah Satunya Dibawa Kabur Pelanggan Warung
• 1 jam lalu
0
thumb
Fakta Piala Dunia 2030: Digelar di Tiga Benua untuk Rayakan 100 Tahun Turnamen
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.