jpnn.com, JAKARTA - Pengamat sosial, ekonomi, dan keagamaan Anwar Abbas meminta Presiden Prabowo Subianto bertindak tegas dalam menangani persoalan yang berkaitan dengan kasus korupsi eks Jampidsus dan MBG.
Menurut Anwar, penanganan kedua kasus tersebut menjadi ujian penting bagi pemerintahan Prabowo. Dia menilai muncul persepsi di tengah masyarakat mengenai dugaan praktik yang tidak transparan dalam penanganan perkara tersebut.
BACA JUGA: Diperiksa Terkait Kasus ASABRI, Eks Jampidsus Bantah Terima Duit dari Tan Kian
"Kalau penanganannya tidak dilakukan secara baik dan tidak dikembalikan kepada alur yang semestinya, Presiden Prabowo sendiri yang akan menjadi korban karena bisa dicap tidak mampu mengatasi persoalan dan dianggap mendukung praktik penegakan hukum yang tebang pilih," kata Anwar dalam keterangan tertulisnya.
Anwar menilai persepsi tersebut berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Prabowo apabila tidak segera direspons.
BACA JUGA: Dahulu Garang Sikat Koruptor, Eks Jampidsus Kini Diperiksa Sebagai Tersangka Kasus Asabri
Dia mengatakan masyarakat saat ini terus mengikuti perkembangan penanganan kasus tersebut. Menurutnya, apabila publik kehilangan kepercayaan, bukan tidak mungkin akan muncul aksi-aksi penyampaian aspirasi di ruang publik.
"Awalnya mungkin yang diangkat adalah kasus Jampidsus dan MBG, tetapi pada akhirnya Presiden Prabowo sendiri yang akan menjadi sasaran kritik apabila dianggap hanya berani menyampaikan komitmen tanpa tindakan nyata," ujarnya.
BACA JUGA: Daftar 9 Jaksa Tangani Kasus Eks Jampidsus Febrie, Ada Chatarina Girsang
Anwar mengingatkan bahwa Prabowo sebelumnya telah berulang kali menyatakan komitmennya untuk memberantas korupsi. Bahkan, kata dia, Prabowo pernah menyampaikan akan mengejar pelaku korupsi hingga ke Antartika maupun Gurun Sahara.
Karena itu, Anwar berharap komitmen tersebut diwujudkan melalui langkah-langkah penegakan hukum yang dinilai adil dan tidak tebang pilih.
"Kalau yang ditindak hanya pelaku-pelaku kecil, masyarakat bisa menilai komitmen pemberantasan korupsi hanya sebatas retorika," ucapnya.
Anwar juga mengutip adagium hukum Fiat justitia ruat caelum yang berarti "tegakkan keadilan walaupun langit akan runtuh". Menurut dia, prinsip tersebut penting dijadikan pedoman dalam penegakan hukum.
Dia menambahkan, hingga saat ini tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Prabowo dalam upaya pemberantasan korupsi masih cukup tinggi. Namun, kepercayaan itu, kata Anwar, harus dijaga melalui penegakan hukum yang konsisten dan berkeadilan.
"Kalau dalam pemberantasan korupsi yang digaruk bukan yang gatal, rakyat tentu akan marah dan kecewa. Hal itu tentu tidak kita inginkan," kata Anwar. (kkp/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Kenny Kurnia Putra





Komentar (0)