Polisi Periksa Nakhoda KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Selayar, 25 Penumpang Masih Hilang

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, KOMPAS - Operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Nurul Salsa belum membuahkan hasil. Sebanyak 25 orang penumpang hilang hingga hari keempat kecelakaan di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Polisi tengah memeriksa nahkoda dan tujuh anak buah kapal dalam rangkaian penyelidikan kejadian ini.

Hingga Sabtu (18/7/2026), operasi pencarian korban Kapal Motor Nurul Salsa terus berlangsung. Pencarian kapal dengan muatan 78 orang yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar ini diperluas hingga 408 nautical mil persegi. Pemeriksaan dan penyidikan atas kejadian ini juga sedang berlangsung.

Kepala Polres Kepulauan Selayar Ajun Komisaris Besar Didid Imawan mengatakan, pihaknya mulai memeriksa nahkoda dan Anak Buah Kapal. Pemeriksaan dilakukan terhadap MR (36) selaku Nahkoda dan 7 ABK kapal yang tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar.

“Saat ini kami mulai melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda, ABK, serta para saksi dan penumpang yang selamat. Langkah ini merupakan bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif, sekaligus memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa ini dapat terungkap secara jelas,” ujar Didid.

Selain pemeriksaan, personel gabungan juga mendata ulang jumlah penumpang dan korban. Pendataan dilakukan dengan mencocokkan data manifest, laporan keluarga, serta identitas korban yang telah ditemukan maupun yang masih dalam pencarian.

Baca JugaThe KM Nurul Salsa sank off Selayar, leaving one dead and dozens missing.

Terkait pencarian, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan, perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan. Evaluasi tersebut mengenai pergerakan arus, angin, kemungkinan hanyutnya korban, dan penemuan jaket penyelamat.

"Pada hari keempat ini kami kembali memperluas area pencarian menjadi 408 nautical mile persegi. Seluruh unsur SAR gabungan bekerja secara maksimal dengan membagi sektor pencarian agar proses penyisiran lebih efektif. Kami juga terus memperhitungkan faktor cuaca, arah angin, dan arus laut sebagai dasar penentuan area pencarian," ujar Arif.

Operasi SAR melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, Pos SAR Selayar, kapal nelayan, serta berbagai instansi terkait. Pencarian dilakukan dengan membagi wilayah operasi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).

SRU 1 menggunakan kapal nelayan dari Kepulauan Sabalana untuk menyisir sektor pertama seluas 140 nm² di sekitar perairan Pulau Sabalana dan Pulau Mataalang. Sementara SRU 2 menggunakan KN SAR Kamajaya 104 untuk mencari di sektor kedua dengan luas 308 nm², mencakup perairan Pulau Mataalang hingga Selat Makassar.

Baca JugaHari Ketiga Pencarian KM Nurul Salsa, Basarnas Kerahkan Kapal dan Pesawat Cari 24 Korban

“Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan, hasil evaluasi harian, serta informasi yang diperoleh dari unsur-unsur SAR gabungan,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulsel membentuk Posko Ante Mortem di  Pelabuhan Benteng, Selayar, Sabtu siang. Posko tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi untuk mendukung identifikasi korban apabila dalam operasi pencarian KLM Nurul Salsa ditemukan korban yang memerlukan identifikasi.

Selain mendirikan Posko Ante Mortem di Terminal Pelabuhan Benteng, Tim DVI juga akan menyiapkan Posko DVI di RSUD KH Hayyung Selayar sebagai langkah antisipasi apabila dalam pencarian ditemukan korban yang memerlukan penanganan serta proses identifikasi sesuai prosedur DVI.

“Saat ini kami mengumpulkan data ante mortem dari keluarga korban sebagai langkah antisipasi. Data tersebut meliputi identitas, ciri-ciri fisik, pakaian terakhir yang dikenakan, rekam medis, data gigi, sidik jari, hingga informasi lain yang dapat membantu proses identifikasi. Data ini akan menjadi pembanding apabila dalam proses pencarian ditemukan korban yang memerlukan identifikasi,” ucap anggota tim DVI, Komisaris Abddul Rahman.

Ia juga mengimbau kepada seluruh keluarga korban maupun keluarga penumpang KLM Nurul Salsa agar mendatangi Posko Ante Mortem di Terminal Pelabuhan Benteng. Dengan begitu, data yang dibutuhkan oleh tim bisa segera dilengkapi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gempa Terkini Magnitudo 4,8 Guncang Pasaman Barat Sumbar
• 9 jam lalu
0
thumb
Trump Tuding Tiongkok Intervensi Pemilu AS 2020, Intelijen Sebut Tak Ada Bukti
• 23 jam lalu
0
thumb
Bareskrim Limpahkan 3 Tersangka Penyerangan Polisi di Katingan ke Polda Kalteng
• 2 jam lalu
0
thumb
Bongkar Sawmill Ilegal, Polda Riau Dapati Ratusan Batang Kayu
• 21 jam lalu
0
thumb
8 Pola Asuh Orang Tua di Prancis yang Dinilai Bantu Anak Lebih Mandiri
• 34 detik lalu
0
Berhasil disimpan.