Jakarta: Setiap negara memiliki pendekatan yang berbeda dalam membesarkan anak. Di Prancis, pola asuh dikenal menekankan kemandirian, tanggung jawab, serta sopan santun sejak usia dini.
Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu anak belajar mengelola emosi dan mengurangi perilaku tantrum.
Meski tidak ada metode yang dapat menjamin anak tidak pernah mengalami tantrum, sejumlah kebiasaan yang diterapkan dalam keluarga di Prancis diyakini membantu anak memahami aturan, menghargai orang lain, serta menghadapi konsekuensi dari setiap tindakan.
Berikut delapan kebiasaan pola asuh anak yang umum diterapkan di Prancis. 1. Membiasakan Anak Mengonsumsi Menu yang Sama dengan Orang Dewasa Anak umumnya mengonsumsi makanan yang sama dengan anggota keluarga lainnya. Menu khusus anak biasanya hanya diberikan untuk makanan yang belum sesuai dengan usia, seperti tiram, kepiting, atau makanan yang terlalu pedas.
Melalui kebiasaan ini, anak dikenalkan pada beragam jenis makanan sekaligus belajar etika makan, seperti mengambil makanan secukupnya, tidak menyisakan makanan, dan membiasakan makan bersama keluarga setidaknya sekali sehari. 2. Melatih Anak Tidur Mandiri Anak didorong untuk tidur di tempat tidur atau kamar sendiri sejak usia dini. Saat terbangun di malam hari dan menangis, orang tua biasanya memberi waktu sejenak agar anak belajar menenangkan diri sebelum kembali tidur.
Apabila masih tidur di kamar orang tua, anak tetap memiliki tempat tidur atau boks sendiri sebagai bagian dari proses melatih kemandirian. 3. Menanamkan Sopan Santun Sejak Kecil Anak diajarkan menyapa tetangga, tamu, maupun anggota keluarga, serta membiasakan mengucapkan kata-kata sopan seperti "tolong", "terima kasih", dan "selamat pagi" sejak mulai berbicara.
Selain itu, anak juga dibiasakan mengantre dengan sabar dan memberikan tempat duduk kepada orang yang lebih membutuhkan. 4. Mendorong Anak Lebih Mandiri Banyak ibu di Prancis kembali bekerja setelah masa cuti melahirkan berakhir. Kondisi tersebut membuat anak terbiasa mengikuti penitipan anak atau pusat pengasuhan sejak usia dini.
Interaksi dengan pengasuh dan teman sebaya dinilai membantu anak beradaptasi, bersosialisasi, serta menjadi lebih mandiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari. 5. Memberi Ruang bagi Anak Menyelesaikan Masalah Orang tua tidak selalu turun tangan dalam setiap persoalan yang dihadapi anak. Misalnya ketika terjadi perselisihan dengan teman, anak diberi kesempatan menyelesaikannya sendiri selama situasi tetap aman.
Pendekatan ini juga mengajarkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi sehingga anak belajar bertanggung jawab atas pilihan yang diambil. 6. Mengutamakan Waktu Bermain Pada masa awal pertumbuhan, banyak keluarga di Prancis lebih mengutamakan waktu bermain dibandingkan pembelajaran akademik. Kegiatan membaca umumnya mulai diperkenalkan sekitar usia lima tahun.
Pendekatan tersebut didasarkan pada pandangan bahwa masa kanak-kanak merupakan waktu terbaik untuk bermain, bereksplorasi, dan mengembangkan kemampuan sosial. 7. Menjadikan Hari Minggu sebagai Waktu Berkumpul Keluarga Hari Minggu umumnya diprioritaskan sebagai waktu bersama keluarga. Anak tidak dijadwalkan bermain dengan teman, sementara orang tua berusaha mengesampingkan urusan pekerjaan.
Kegiatan seperti memasak, berjalan-jalan, atau berolahraga bersama menjadi cara untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga. 8. Mengajarkan Anak Mengelola Uang Sejak Dini Anak diberikan uang saku untuk membeli barang yang diinginkan. Jika uang yang dimiliki belum mencukupi, mereka diajarkan untuk menabung hingga dapat membeli barang tersebut.
Kebiasaan ini membantu anak memahami nilai uang, melatih kesabaran, serta mengurangi kecenderungan merengek saat menginginkan sesuatu.
Secara umum, pola asuh di Prancis menekankan keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab. Orang tua memberikan ruang bagi anak untuk berkembang, sekaligus menanamkan disiplin, sopan santun, dan kemandirian sejak usia dini. (Keysa Qanita)
Baca juga: 5 Cara Efektif Siapkan Dana Pendidikan untuk Anak





Komentar (0)