Dilansir dari The Athletic, FIFA akan mengevaluasi dan berpotensi menjatuhkan sanksi kepada pemain maupun pelatih yang melontarkan kritik terhadap kepemimpinan wasit selama Piala Dunia 2026.
Langkah tersebut menyusul sejumlah pernyataan keras dari berbagai pihak yang dinilai berpotensi melanggar aturan disiplin FIFA terkait perilaku yang dapat mencemarkan nama baik pertandingan atau kompetisi.
Baca Juga :
Mesir Laporkan Wasit François Letexier ke FIFA usai Kalah dari ArgentinaSeperti pada Piala Dunia 2022 di Qatar, FIFA cenderung menunda proses disipliner hingga turnamen selesai agar tidak mengganggu jalannya kompetisi.
Apabila proses disipliner dilakukan, keputusan akan mengacu pada ketentuan dalam Kode Disiplin FIFA serta laporan resmi pertandingan yang disusun oleh perangkat pertandingan dan pengawas laga.
Swiss dan Mesir Terancam Sanksi
Kritik paling tajam terhadap kepemimpinan wasit sepanjang Piala Dunia 2026 datang dari kubu Swiss dan Mesir, yang merasa dirugikan dalam pertandingan melawan Argentina. Bek Swiss, Manuel Akanji, secara terbuka meluapkan kekecewaannya setelah timnya tersingkir di babak perempat final.
“Kalau wasit melawan Anda, pertandingan akan menjadi sangat sulit. Setiap aksi diving dan pelanggaran pemain Argentina dibiarkan begitu saja,” ujar Akanji usai laga kontra Argentina.
Baca Juga :
Kecewa Mesir Kena Comeback Argentina, Mostafa Ziko: "Wasit Tidak Adil, Zalim!"Pernyataan serupa juga disampaikan penyerang Mesir, Mostafa Ziko, yang menuding turnamen tersebut telah diatur untuk menguntungkan Lionel Messi dan timnas Argentina.
Collina Bela Integritas Wasit
Tuduhan dari pihak Swiss dan Mesir kemudian mendapat respons dari Kepala Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, yang menegaskan pentingnya menjaga integritas perangkat pertandingan.
“Tidak seorang pun boleh mempertanyakan integritas wasit Piala Dunia FIFA. Ketika tuduhan tak berdasar seperti itu dilontarkan, hal tersebut dapat memicu ancaman nyata terhadap para wasit maupun keluarga mereka di luar lapangan. Itu sama sekali tidak dapat dibenarkan,” kata Collina, dikutip dari The Athletic.
Deschamps dan Tuchel Juga Kritik Wasit
Selain tuduhan mengenai keberpihakan wasit, kritik terhadap standar kepemimpinan perangkat pertandingan juga datang dari sejumlah pelatih tim-tim besar Eropa. Pelatih Prancis, Didier Deschamps, melontarkan sindiran terkait kualitas wasit usai timnya tersingkir dari Spanyol di babak semifinal.
Baca Juga :
Pelatih Mesir Tuduh FIFA Tidak Adil Usai Argentina Comeback Dramatis di 16 Besar Piala Dunia 2026Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, juga pernah melayangkan kritik keras setelah kemenangan The Three Lions atas Meksiko di babak 16 besar yang diwarnai kartu merah Jarell Quansah. Tuchel menilai kepemimpinan wasit asal Australia, Alireza Faghani, tidak konsisten.
“Ini tidak cukup baik. Wasit bisa mengeluarkan tim mana pun kapan saja karena kepemimpinannya tidak konsisten dan tidak bisa diandalkan,” kata Tuchel dalam konferensi pers.
Apabila mengacu pada praktik di sejumlah kompetisi domestik, termasuk Liga Inggris, komentar yang dianggap menyerang integritas atau profesionalisme wasit dapat berujung pada sanksi berupa denda maupun larangan mendampingi tim.
FIFA kabarnya akan menyerahkan seluruh proses penilaian kepada Komite Disiplin berdasarkan ketentuan yang berlaku sebelum memutuskan ada atau tidaknya pelanggaran disiplin.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
(Ahmad Raul)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)






Komentar (0)