Rano Karno Tegaskan Jakarta Tetap Jadi Ruang Publik Terbuka untuk Dialog Demokratis

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menjaga ruang publik tetap terbuka sebagai tempat masyarakat berkumpul, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat secara inklusif serta demokratis.

Komitmen Menjaga Ruang Publik Jakarta

Rano menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri kuliah umum bertajuk "Jalan Buntu Reformasi" di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu.

"Komitmen kami jelas. Jakarta harus tetap menjadi kota tempat masyarakat bebas berkumpul, berpendapat, dan berdiskusi tanpa rasa takut," ungkap Rano.

Menurut Rano, TIM merupakan ruang kebudayaan yang berperan dalam menjaga dan merawat ingatan kolektif bangsa serta mendukung tumbuhnya budaya dialog di Jakarta.

"Jakarta sebagai kota metropolitan harus didukung oleh ekosistem ruang publik yang mendorong tumbuhnya budaya dialog," katanya.

Rano menilai ruang publik seperti kawasan kampus dan berbagai tempat lainnya harus tetap terbuka untuk forum diskusi ilmiah serta kegiatan yang mendorong pemikiran kritis.

Kebijakan Pembangunan Berbasis Kepedulian Sosial

Dalam kesempatan tersebut, Rano juga merefleksikan perubahan sosial Jakarta melalui analogi kisah budaya populer "Si Doel" yang menggambarkan perjuangan masyarakat menghadapi modernisasi, penataan kota, dan kebutuhan hunian.

Rano menegaskan perjuangan masyarakat dalam memperoleh akses pendidikan, lapangan pekerjaan, dan hunian layak harus menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan di Jakarta.

"Semangat kepedulian sosial harus hadir secara nyata dalam bentuk kebijakan, bukan sekadar pidato formal. Indikator keberhasilan setiap kebijakan di Jakarta adalah sejauh mana kebijakan tersebut mampu mempermudah dan memanusiakan kehidupan warga," ujar Rano.

Rano juga mengajak masyarakat tetap optimistis menghadapi tantangan reformasi dengan mengutip filosofi masyarakat Betawi untuk mencari jalan keluar ketika menghadapi hambatan.

"Orang Betawi memiliki ungkapan, 'Kalau jalan buntu jangan berhenti, cari gang, cari lorong'. Jakarta adalah kota seribu gang. Melalui ruang-ruang kecil yang humanis, warga berinteraksi dan berdiskusi, dan dari sanalah solusi-solusi pragmatis untuk memajukan kota kerap lahir," kata Rano.

Kuliah umum tersebut dihadiri Anggota DPR RI sekaligus sejarawan Bonnie Triyana, perwakilan organisasi masyarakat, serta ratusan mahasiswa dari berbagai daerah.

Setelah kegiatan tersebut, Rano meninjau Pameran Seni Kolaboratif bertajuk "EVANESCENCE" di Galeri Cipta 1 TIM sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan seni rupa kontemporer.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap fungsi TIM sebagai ruang kreativitas dan ekspresi budaya dapat terus diperkuat bagi masyarakat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Periksa Nakhoda dan ABK, Imbas Tenggelamnya KM Nurul di Selayar
• 15 jam lalu
0
thumb
PM Malaysia Akui Pengelola Dana Pensiun Malaysia Tertipu Investasi di eFishery
• 14 jam lalu
0
thumb
Bukan Film Aksi Biasa, Ini 5 Fakta Leave No One Behind yang Bikin Penasaran
• 7 jam lalu
0
thumb
Presiden Prabowo: Kalau Petani Nggak Boleh Dapat Penghasilan Tinggi, Suruh Tanam Padi Sendiri!
• 11 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Antam Naik Lagi Hari Ini 18 Juli 2026, Sentuh Rp2.614.000 per Gram
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.