Bukan Film Aksi Biasa, Ini 5 Fakta Leave No One Behind yang Bikin Penasaran

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Di tengah dominasi film horor dan drama yang masih menguasai layar bioskop Indonesia, sebuah film aksi hadir dengan pendekatan yang berbeda. Tak hanya mengandalkan adegan pertarungan yang intens, film yang satu ini juga membawa pesan kemanusiaan yang relevan dengan persoalan global yang masih menjadi perhatian hingga saat ini

Menggabungkan aksi, drama, dan isu sosial, Leave No One Behind (LNOB) mencoba menghadirkan pengalaman menonton yang bukan sekadar menghibur, tetapi juga mengajak penonton memahami bahaya perdagangan manusia atau human trafficking. Berikut sejumlah fakta menarik yang membuat film ini layak masuk daftar tontonan.

Baca Juga :
Fakta-fakta Menarik Era Lolita Debut di Film Horor Lastri: Arwah Kembang Desa
Fakta-fakta Lastri: Arwah Kembang Desa, Film Terakhir Gary Iskak hingga Ceritakan Teror Gaib
1. Terinspirasi dari Momentum Bulan Bhayangkara dan Hari Anti-Perdagangan Manusia Sedunia

Salah satu hal yang membedakan Leave No One Behind dari film aksi lainnya adalah latar peluncurannya yang bertepatan dengan dua momentum penting, yakni Bulan Bhayangkara dan Hari Dunia Anti-Perdagangan Orang (World Day Against Trafficking in Persons) yang diperingati setiap 30 Juli.

Executive Producer Muhammad Chairul Basyar mengatakan film ini dipersembahkan sebagai bentuk apresiasi terhadap pihak-pihak yang selama ini terlibat dalam upaya memberantas perdagangan manusia.

"Film Leave No One Behind ini adalah hadiah saya untuk Kepolisian dan UNODC di Bulan Bhayangkara dan Hari Anti-Human Trafficking Dunia," ujarnya.

2. Mengangkat Isu Human Trafficking Lewat Balutan Film Aksi

Berbeda dari kebanyakan film laga yang berfokus pada aksi semata, Leave No One Behind menjadikan isu perdagangan manusia sebagai inti cerita.

Film ini menghadirkan konflik yang berkaitan dengan upaya penyelamatan korban sekaligus mengangkat pentingnya kesadaran masyarakat terhadap praktik human trafficking yang hingga kini masih menjadi persoalan serius di berbagai negara.

3. Dibintangi Atlet Bela Diri Profesional

Salah satu daya tarik utama film ini adalah pemilihan pemain yang memiliki latar belakang bela diri sungguhan. Tokoh utama diperankan oleh Suwardi "Becak Lawu", atlet Mixed Martial Arts (MMA) yang dikenal melalui berbagai kompetisi.

Kehadiran atlet profesional tersebut diharapkan mampu menghadirkan adegan pertarungan yang lebih realistis dibandingkan koreografi laga yang sepenuhnya mengandalkan teknik akting.

Baca Juga :
Hal-hal yang Membuat Lokasi Syuting Film Horor Lastri: Arwah Kembang Desa Terasa Berbeda
Dorong Transformasi Industri Nasional, SHOW Bidik Pendanaan Puluhan Produksi Film Berbagai Genre
Pramono Beri Diskon Pajak Film 50 Persen, Diharapkan Banyak PH Syuting di Jakarta

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
5 Berita Populer: Adegan Sadis Evil Dead Burn Dipangkas; Film Filosofi Teras
• 15 jam lalu
0
thumb
4 Kombes Pol Pecah Bintang dan Promosi Jabatan ke Polda dalam Mutasi Polri Juni 2026, Ini Daftar Namanya
• 7 jam lalu
0
thumb
Kebijakan Konservasi Gajah Kemenhut Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Global
• 4 jam lalu
0
thumb
Pengacara Don Ritto: Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Aset Yayasan Dakwah Islam
• 13 jam lalu
0
thumb
Bagaimana Cara Mengingatkan Teman yang Sudah Terlanjur LGBT?  
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.