JAKARTA - Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi Digital (Infokomdigi), Masduki Baidlowi, mengingatkan segala bentuk kekerasan terhadap santri bertentangan dengan filosofi dasar pendidikan Islam yang mengedepankan pengasuhan dan keteladanan.
Pernyataan itu disampaikan menanggapi mencuatnya dugaan kasus kekerasan terhadap santri di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang menyita perhatian publik.
Kiai Masduki, begitu ia akrab disapa, mengatakan sistem pendidikan Islam yang diwariskan Rasulullah SAW bertumpu pada nilai uswah hasanah atau keteladanan. Karena itu, guru, kiai, maupun pendidik dituntut menjadi teladan dalam membimbing peserta didik.
“Seorang guru, seorang kiai, siapa pun itu orientasinya harus memberikan keteladanan," ujar Kiai Masduki, dikutip Sabtu (18/7/2026).
Menurut Kiai Masduki, pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter umat Islam di Indonesia. Keberhasilan pesantren dalam melahirkan generasi yang berakhlak dan menyebarkan Islam yang moderat tidak lepas dari tradisi keteladanan yang diwariskan para ulama.
Menanggapi dugaan kekerasan terhadap santri, ia menegaskan bahwa tindakan yang mengarah pada penyiksaan dengan dalih memberikan hukuman (ta'zir) tidak dapat dibenarkan.





Komentar (0)