Pantau - Stasiun Tegal mencatat pertumbuhan jumlah penumpang warga negara asing (WNA) yang menggunakan layanan kereta api pada Semester I 2026 dengan total mencapai 6.238 orang atau meningkat 8,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah penumpang WNA yang menggunakan layanan kereta api untuk keberangkatan maupun kedatangan di Stasiun Tegal bertambah 502 orang dibandingkan Semester I 2025 yang mencatat 5.736 penumpang.
Kereta Api Makin Diminati Wisatawan AsingManager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan Kota Tegal semakin menarik perhatian wisatawan mancanegara yang menjelajahi berbagai wilayah di Pulau Jawa menggunakan kereta api.
"Kereta api memberikan pengalaman perjalanan yang efisien dan menyenangkan bagi wisatawan mancanegara yang ingin mengenal lebih dekat potensi wisata, budaya, dan kuliner di berbagai daerah di Pulau Jawa," ujar Luqman.
Menurutnya, kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang diminati wisatawan asing karena menawarkan perjalanan yang nyaman, aman, dan tepat waktu.
Luqman menilai pertumbuhan jumlah penumpang WNA di Stasiun Tegal juga menunjukkan peran strategis kereta api dalam mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Ia menambahkan akses transportasi yang mudah serta konektivitas antarkota menjadi faktor penting yang mendorong wisatawan mengunjungi berbagai destinasi di Jawa Tengah.
KAI Tingkatkan Layanan dan KeselamatanSelain menyediakan layanan transportasi, KAI terus mendukung pengembangan potensi wisata daerah melalui peningkatan kualitas pelayanan, keselamatan perjalanan, dan kenyamanan penumpang.
KAI Daop 4 Semarang juga secara rutin melakukan perawatan prasarana, pemeriksaan jalur, serta penguatan sarana pendukung agar perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan andal.
"Kami optimistis kolaborasi antara KAI, pemerintah daerah, dan pelaku industri pariwisata dapat semakin memperkuat citra Kota Tegal sebagai destinasi yang menarik dan mudah dijangkau menggunakan kereta api," ungkapnya.





Komentar (0)