Kendari (ANTARA) - Basarnas Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengerahkan 28 personel menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Pacitan untuk membantu operasi pencarian Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Kepala Basarnas Kendari Amiruddin A.S saat dihubungi di Kendari, Sabtu, mengatakan KN SAR Pacitan beserta puluhan personel tersebut diberangkatkan sebagai bagian dari Bawah Kendali Operasi (BKO) SAR guna membantu percepatan pencarian korban.
"KN SAR Pacitan telah bertolak dari Dermaga Basarnas Kawasan Timur Kendari menuju perairan Selayar sejak pukul 12.10 WITA guna mendukung operasi SAR kecelakaan KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi pada 15 Juli 2026 lalu," kata Amiruddin.
Baca juga: SAR gabungan perluas pencarian korban KM Nurul Salsa
Dia merincikan sebanyak 28 personel yang berada di atas kapal terdiri dari satu orang Kepala Seksi Operasi dan Siaga KPP Kendari, 21 orang kru KN SAR Pacitan, serta enam orang tenaga penyelamat (rescuer).
Amiruddin mengungkapkan jarak dari Dermaga Kendari menuju lokasi perkiraan terakhir hilangnya kapal di sekitar perairan Pulau Selayar berkisar 262 mil laut. Perjalanan laut ini diperkirakan memakan waktu tempuh sekitar 18 jam dengan memaksimalkan kecepatan hingga kecepatan 20 knot.
"Guna menunjang efektivitas operasi penyelamatan di lapangan, tim juga dibekali dengan berbagai alat utama dan perlengkapan keselamatan yang memadai," ujarnya.
Adapun alat utama dan perlengkapan yang dibawa meliputi satu unit sea rider, sekoci, perahu karet (rubber boat), peralatan SAR (palsar) medis, palsar evakuasi, perlengkapan komunikasi, serta berbagai peralatan pendukung keselamatan lainnya.
Baca juga: Basarnas Makassar cari 24 penumpang hilang di Perairan Selayar
"Sementara itu berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di jalur pelayaran menuju lokasi dilaporkan berawan dengan arah angin bertiup dari timur ke selatan berkecepatan 2 hingga 20 kilometer per jam," kata Amiruddin.
Sementara itu Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar menyampaikan pada operasi hari keempat, dari total 78 orang yang tercatat berada di KM Nurul Salsa, sejumlah 52 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 25 orang lainnya masih dalam pencarian.
"Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengerahkan kemampuan terbaik dalam upaya menemukan seluruh korban yang masih dinyatakan hilang dan juga hari ini KN Pacitan dari Kendari juga turut membantu pencarian, mohon doanya" ucap M Arif Anwar.
Baca juga: Basarnas pastikan 46 penumpang kapal tenggelam di Sulsel selamat
Kepala Basarnas Kendari Amiruddin A.S saat dihubungi di Kendari, Sabtu, mengatakan KN SAR Pacitan beserta puluhan personel tersebut diberangkatkan sebagai bagian dari Bawah Kendali Operasi (BKO) SAR guna membantu percepatan pencarian korban.
"KN SAR Pacitan telah bertolak dari Dermaga Basarnas Kawasan Timur Kendari menuju perairan Selayar sejak pukul 12.10 WITA guna mendukung operasi SAR kecelakaan KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi pada 15 Juli 2026 lalu," kata Amiruddin.
Baca juga: SAR gabungan perluas pencarian korban KM Nurul Salsa
Dia merincikan sebanyak 28 personel yang berada di atas kapal terdiri dari satu orang Kepala Seksi Operasi dan Siaga KPP Kendari, 21 orang kru KN SAR Pacitan, serta enam orang tenaga penyelamat (rescuer).
Amiruddin mengungkapkan jarak dari Dermaga Kendari menuju lokasi perkiraan terakhir hilangnya kapal di sekitar perairan Pulau Selayar berkisar 262 mil laut. Perjalanan laut ini diperkirakan memakan waktu tempuh sekitar 18 jam dengan memaksimalkan kecepatan hingga kecepatan 20 knot.
"Guna menunjang efektivitas operasi penyelamatan di lapangan, tim juga dibekali dengan berbagai alat utama dan perlengkapan keselamatan yang memadai," ujarnya.
Adapun alat utama dan perlengkapan yang dibawa meliputi satu unit sea rider, sekoci, perahu karet (rubber boat), peralatan SAR (palsar) medis, palsar evakuasi, perlengkapan komunikasi, serta berbagai peralatan pendukung keselamatan lainnya.
Baca juga: Basarnas Makassar cari 24 penumpang hilang di Perairan Selayar
"Sementara itu berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di jalur pelayaran menuju lokasi dilaporkan berawan dengan arah angin bertiup dari timur ke selatan berkecepatan 2 hingga 20 kilometer per jam," kata Amiruddin.
Sementara itu Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar menyampaikan pada operasi hari keempat, dari total 78 orang yang tercatat berada di KM Nurul Salsa, sejumlah 52 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 25 orang lainnya masih dalam pencarian.
"Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengerahkan kemampuan terbaik dalam upaya menemukan seluruh korban yang masih dinyatakan hilang dan juga hari ini KN Pacitan dari Kendari juga turut membantu pencarian, mohon doanya" ucap M Arif Anwar.
Baca juga: Basarnas pastikan 46 penumpang kapal tenggelam di Sulsel selamat






Komentar (0)