Bisnis.com, BALIKPAPAN — Toyota resmi meluncurkan New Hilux Generasi ke-9 dengan lonjakan spesifikasi yang tak main-main.
Mesin baru berkapasitas 2.800 cc kini menggantikan versi 2.500 cc sebelumnya, mendongkrak tenaga dari 151 tenaga kuda (tk) menjadi 204 tk.
Kehadiran model anyar ini pun langsung disambut antusias pasar Kalimantan Timur, dengan angka pemesanan yang jauh melampaui ekspektasi awal.
Kepala Cabang AUTO 2000 Balikpapan MT Haryono, Steve Virgino Tanasaleh menyatakan peningkatan tenaga mesin dirancang untuk mendukung mobilitas operasional harian yang lebih optimal.
"Kehadiran mesin baru ini diharapkan dapat mendukung performa kendaraan untuk operasional sehari-hari secara lebih optimal," ujarnya di hadapan awak media, Sabtu (18/7/2026).
Tak sekadar dapur pacu yang berubah, Hilux generasi terbaru ini juga tampil dengan wajah baru lewat filosofi desain 'Sumo' yang membuat postur kendaraan terkesan lebih tangguh dan gagah.
Baca Juga
- Toyota Modifikasi Hilux Rangga Jadi Mobil MBG hingga Ambulans di GIICOMVEC 2026
- KPK Geledah Rumah Dinas & Kantor Kejari HSU, Sita Dokumen-Mobil Hilux
- 10 Mobil Pikap Terlaris Juli 2025: Gran Max Asapi Carry & Hilux Rangga
Sederet fitur keselamatan Toyota Safety Sense (TSS) turut disematkan sebagai jaminan keamanan berkendara.
Dari sisi pasar, tren positif terlihat jelas. Pangsa pasar Hilux tercatat naik signifikan dari 57% pada 2024 menjadi 60% pada 2025, dan kian melejit ke angka 70 persen secara nasional pada periode Januari—Mei 2026.
Di Balikpapan sendiri, target penjualan dari dua cabang AUTO 2000 dipatok 50 hingga 60 unit per bulan.
Kepala Cabang AUTO 2000 Balikpapan Sudirman, Andreas Awan, membenarkan derasnya minat konsumen.
"Total SPK yang masuk untuk wilayah Balikpapan saat ini sudah hampir 150 unit," ungkapnya.
Momentum ini kian menegaskan diri saat agenda peluncuran di Samarinda, di mana satu perusahaan langsung memborong 68 unit tipe E dalam sekali pemesanan.
Namun, geliat permintaan yang tinggi ini berbanding terbalik dengan ketersediaan varian elektrik.
Berbeda dengan tipe ICE yang berstatus ready stock, Hilux BEV mesti melalui proses inden selama 3 hingga 5 bulan lantaran mengandalkan skema spot order dari ATPM.
Menariknya, seluruh unit Hilux yang beredar di pasar Tanah Air, termasuk yang laris manis di Balikpapan, nyatanya masih diimpor utuh (CBU) dari Thailand.
Awan menyebutkan, pihaknya membuka peluang produksi lokal di masa depan, namun keputusan itu masih bergantung pada tren pasar domestik ke depannya.
Terkait isu regulasi bahan bakar B50, dia memastikan konsumen tak perlu was-was.
Hal ini merujuk pada uji jalan sejauh 50.000 kilometer yang telah dilakukan Kementerian ESDM bersama Toyota menggunakan mesin sejenis pada Fortuner.
"Konsumen tidak perlu khawatir karena produk kami comply dengan regulasi pemerintah," tegasnya.
Sementara itu, babak generasi sebelumnya resmi ditutup.
Stok Hilux Generasi ke-8, termasuk varian GR Sport, telah ludes sejak bulan lalu, dengan pasokan terakhir tiba pada Juni.
Mulai Juli ini, seluruh distribusi pabrik sepenuhnya beralih ke Generasi ke-9.






Komentar (0)