Polda Riau masih menyelidiki penyebab pasti kematian misterius seorang dokter residen anestesi, Alex Kristolotis (31), yang ditemukan meninggal dunia di dekat RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak. Hingga kini, polisi telah memeriksa lima saksi dan masih menunggu hasil autopsi untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol. Hasyim Risahondua mengatakan penyelidikan masih berfokus pada pengumpulan alat bukti dan hasil pemeriksaan forensik.
"Penemuan mayat, apa penyebab kematian dan lain-lain. Rekan-rekan tunggu saja nanti dalam waktu dekat akan disampaikan kepada rekan wartawan dan masyarakat berkaitan dengan bukti-bukti yang ditemukan di TKP," ujar Hasyim dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu 18 Juli 2026.
Saat ditanya mengenai dugaan pembunuhan, Hasyim menyatakan penyidik belum mengarah pada kesimpulan tersebut.
"Sementara belum mengarah ke sana ya, masih dalam tahap penyelidikan," katanya.
Terkait perkembangan penyidikan, Hasyim mengungkapkan sejumlah saksi di lokasi telah dimintai keterangan, sementara penyidik masih menunggu hasil autopsi.
Baca Juga :
Misteri Kematian Dokter PPDS di Siak, Ditemukan Tanda Kekerasan di Tubuh KorbanAlex Kristolotis ditemukan meninggal dunia di semak belukar di Jalan Raja Kecik, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, pada Selasa, 14 Juli 2026. Korban diketahui merupakan dokter yang tengah menjalani program pendidikan dokter spesialis (PPDS) anestesi dan bertugas di RSUD Tengku Rafian.
Sebelum jasadnya ditemukan, keluarga sempat mencari keberadaan Alex dan meminta pihak rumah sakit memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV). Dari hasil rekaman, korban terakhir terlihat berada di lingkungan RSUD Tengku Rafian pada Senin siang, 13 Juli.
Jenazah Alex kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk menjalani autopsi oleh tim dokter forensik. Hingga saat ini, Polda Riau bersama Polres Siak masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut sebagai dasar untuk mengungkap penyebab pasti kematian dokter asal Seram Bagian Timur, Maluku, itu.





Komentar (0)