JAKARTA, KOMPAS.com - Selama bertahun-tahun, warga di RT 02 RW 10 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, mengandalkan toa masjid, kentongan, hingga memukul tiang listrik untuk memperingatkan datangnya banjir.
Cara itu menjadi satu-satunya alarm agar warga segera menyelamatkan diri dan barang-barang mereka.
Kondisi itu mengusik Muhammad Azzuhri Ramdhani (23). Setelah belasan tahun hidup berdampingan dengan banjir, ia merasa sudah saatnya ada cara yang lebih cepat dan efektif untuk memberi peringatan kepada warga.
"Dan juga setiap hujan deras, masyarakat itu selalu keluar rumah untuk mengecek karena ada kekhawatiran," kata Azzuhri saat ditemui Kompas.com di lingkungan RT 02 RW 10 Pondok Labu, Sabtu (18/7/2026).
Baca juga: DPRD DKI Soroti Warga Pondok Labu Tinggal 50 Tahun tapi Belum Bisa Urus Sertifikat
Cara konvensional itu sering kali tidak efektif, terutama ketika banjir datang pada malam hari.
Tidak semua warga mendengar pengumuman, sementara sebagian lainnya tetap keluar rumah untuk memastikan kondisi sungai karena khawatir air akan meluap.
Azzuhri yang telah tinggal di kawasan tersebut selama 17 tahun mengaku sudah akrab dengan banjir.
Pengalaman itu membuatnya berpikir untuk mencari solusi bersama rekan-rekannya di Karang Taruna agar warga bisa mendapat peringatan lebih cepat sebelum air masuk ke permukiman.
Kesempatan itu datang pada 2024 saat ia ditugaskan Lurah Pondok Labu mengikuti pendidikan kilat (Diklat) yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Di sela pelatihan, Azzuhri memberanikan diri bertanya kepada para instruktur mengenai sistem peringatan dini banjir yang bisa diterapkan di lingkungan permukiman.
Jawaban yang diterimanya cukup mengejutkan.
"Nah pas di sana dijawab, 'Ada tapi harganya mahal. Ratusan juta, Bro,'" kata Azzuhri.
Baca juga: Terhalang Awan, Hilal Zulhijjah Tak Terlihat di Rumah Falak Pondok Labu Jaksel
Alih-alih mengurungkan niat, jawaban itu justru memacu semangat Azzuhri.
Sepulang dari pelatihan, ia mengajak kakaknya yang berprofesi sebagai teknisi untuk merancang alat pendeteksi banjir sendiri.
Komentar (0)