Bisnis.com, JAKARTA - Gelaran Piala Dunia 2026 menjadi berkah bagi pelaku usaha perlengkapan olahraga, khususnya terkait penjualan jersei. Tingginya antusiasme masyarakat dalam mendukung tim favorit membuat permintaan jersei meningkat tajam.
Lonjakan penjualan bahkan sudah mulai terlihat beberapa pekan sebelum pertandingan pembuka digelar. Tren positif tersebut terus berlanjut hingga menjelang partai final yang mempertemukan Argentina dan Spanyol pada Senin dini hari (20/7/2026).
Business Unit Manager Eleven Football Michael Octavianus mengatakan penjualan jersei di Eleven Football pada periode Juni 2026 meningkat sekitar 35% dibandingkan Mei. Dari total penjualan, jersei juga menjadi kontributor utama terhadap total penjualan perusahaan dengan porsi lebih dari 77%.
"Kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhannya juga cukup tinggi, mencapai sekitar 84%. Jadi, baik secara bulanan maupun tahunan, performa jersey selama Piala Dunia tahun ini memang sangat positif," katanya.
Untuk memaksimalkan momentum Piala Dunia 2026, pihaknya secara khusus juga menerapkan sejumlah strategi pemasaran. Upaya tersebut mencakup membuat lomba desain jersei yang relevan dengan tren pasar, menggandeng sejumlah key opinion leader (KOL) guna memperluas jangkauan promosi, hingga menggelar acara game console party untuk meningkatkan interaksi dengan komunitas penggemar sepak bola.
"Momentum Piala Dunia kami manfaatkan untuk meningkatkan brand awareness melalui media sosial. Selain itu, kami juga ingin memperkuat brand image Eleven Football di kalangan pencinta sepak bola," imbuhnya.
Baca Juga
- Opini: Piala Dunia dan Ekonomi Politik Media
- Ini 3 Periode Penting Istirahat untuk Atlet Termasuk Pesepakbola Menurut Dokter
Menurut Michael, pada awal Piala Dunia 2026, permintaan jersei didominasi oleh tim-tim yang sejak awal dijagokan menjadi juara, seperti Spanyol, Argentina, dan Prancis.
Seiring berjalannya kompetisi, pola permintaan pun berubah mengikuti hasil pertandingan. Penjualan jersei cenderung melonjak setiap kali sebuah tim berhasil melaju ke babak berikutnya atau memenangi laga krusial. Michael melihat kemenangan sebuah tim di fase gugur kerap memicu minat penggemar dan kolektor untuk segera membeli jersei tim yang tengah menjadi sorotan.
Dari sisi produk, penjualan jersei di tokonya masih didominasi kategori authentic, dengan kontribusi sekitar 60% dari total penjualan. Produk ini dibanderol sekitar Rp2 juta per unit. Sementara itu, 40% sisanya berasal dari jersei replica, yang menjadi alternatif bagi konsumen dengan harga yang lebih terjangkau.
"Jersei authentic memang menjadi produk yang paling banyak diminati. Sebagian besar pembelinya adalah penggemar sepak bola yang menjadikan jersei bukan hanya sebagai atribut pendukung, tetapi juga sebagai hobi dan koleksi. Mereka biasanya mengikuti perkembangan turnamen, lalu ketika tim favorit berhasil melaju hingga babak-babak akhir, minat untuk membeli jersei sebagai koleksi pun semakin tinggi," jelas Michael.
Senada dengan itu, Owner Jakarta Football Shop Septo Riza mengatakan penjualan jersei selama Piala Dunia 2026 meningkat signifikan dibandingkan periode normal. Menurutnya, lonjakan permintaan mencapai sekitar dua kali lipat.
Tren tersebut bukan hal baru karena setiap penyelenggaraan turnamen besar, minat masyarakat terhadap jersei sepak bola cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun.
Septo menjelaskan penjualan jersei sangat dipengaruhi oleh perjalanan setiap tim di turnamen. Jersei tim yang berhasil melaju ke babak berikutnya, seperti Inggris, Spanyol, Belgia, atau Argentina, biasanya langsung diburu konsumen. Dengan demikian, tren penjualan bergerak dinamis mengikuti hasil pertandingan dan performa masing-masing tim selama kompetisi berlangsung.
"Yang menarik kalau ada momentum seperti ini, banyak pembeli baru yang sebenarnya bukan kolektor. Mereka membeli jersey hanya untuk ikut meramaikan suasana Piala Dunia," katanya.
Tren tersebut juga didorong oleh faktor sosial, ketika banyak komunitas, kantor, hingga kelompok pertemanan menggelar kegiatan bertema sepak bola yang identik dengan penggunaan jersei.
Kondisi tersebut membuat banyak masyarakat membeli jersei untuk ikut meramaikan suasana dan tidak ingin tertinggal dari tren yang sedang berlangsung. Dengan kata lain, keputusan membeli lebih banyak dipicu oleh momentum dan euforia Piala Dunia dibandingkan semata-mata untuk menambah koleksi pribadi.
Meski kondisi banyak yang menyebut kondisi ekonomi sedang penuh dinamika, Septo menilai dampaknya tidak terlalu terasa terhadap penjualan jersei selama Piala Dunia 2026. Sejauh ini, antusiasme masyarakat terhadap permintaan jersey tetap terjaga.
Namun, yang dikhawatirkannya ialah efek setelah ini. Sebab, bisa jadi yang terjadi adalah pergeseran pola belanja konsumen. Anggaran yang semula dialokasikan untuk membeli jersei klub pada Agustus hingga Oktober justru digunakan lebih awal untuk membeli jersei tim nasional selama Piala Dunia.
Konsekuensinya, setelah turnamen berakhir, penjualan jersei klub berpotensi cenderung melambat karena sebagian anggaran konsumen telah terserap selama perhelatan tersebut.
Di luar itu, Septo menilai tingginya antusiasme terhadap Piala Dunia 2026 juga dipengaruhi oleh faktor emosional. Turnamen kali ini dipandang sebagai salah satu kesempatan terakhir bagi dua ikon sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, untuk tampil di panggung Piala Dunia. Persepsi tersebut turut mendorong minat masyarakat untuk berburu jersei kedua pemain tersebut.






Komentar (0)