Menikmati Kuliner Warung di Tengah Kuburan Malam-malam di Karawang

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Biasanya sebuah tempat usaha atau warung biasanya berdiri di titik keramaian, hal berbeda justru dilakukan Ida Nengsih (50), warga Karawang, Jawa Barat. Ia mendirikan warung di tengah kompleks pemakaman. Kok bisa?

Jumat (17/7) malam, kumparan berkesempatan menjajal sensasi nongkrong di warung yang berlokasi di TPU Karangpamulang, Kampung Sukasari, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur itu.

Rupanya warung ini menyatu dengan sebuah bangunan rumah yang terletak di ujung permukiman penduduk yang berbatasan langsung dengan kompleks pemakaman.

Alih-alih gelap dan sunyi, area warung ini justru tampak syahdu dengan pendaran lampu warna-warni yang menghiasi pepohonan dan langit-langit warung sederhana tersebut.

Karena lokasinya yang berbatasan dengan pemakaman, meja dan kursi untuk pelanggan di letakkan di antara makam. Meski begitu tidak ada pengunjung yang merasa ketakutan. Beberapa pengunjung justru tampak asyik menikmati santap malam. Terlihat satu keluarga dengan santai bercengkerama di bawah hiasan lampu.

Ida Nengsih menceritakan bahwa ide awal membuka usaha di lokasi yang tidak biasa ini datang dari sang menantu.

​"Inspirasinya dari menantu ibu sih. Katanya, 'Kalau mau jualan di sini aja, mama.' Di sini banyak anak kecil, banyak yang main, gitu. Jadi mereka yang modalin ibu buka di sini," ujar Ida saat ditemui di warungnya.

​Meski baru beroperasi sekitar dua minggu, warung yang menyajikan menu nasi uduk, mi ayam, seblak, hingga jajanan anak seperti sosis ini ramai diserbu pembeli.

Pembelinya, sambung Ida, juga ada yang datang dari luar daerah lantaran tempat warungnya yang tak biasa.

Aktivitas jualanan baru dimulai sejak sore hingga dini hari, sementara pagi hingga siang ia manfaatkan untuk beristirahat dan mengolah bahan makanan untuk dijajakan saat warung dibuka.

​"Sampai malam, jam 1 juga ibu masih buka, nasi uduk. Pagi sampai siang mah tutup, mulai sore baru buka lagi," tambahnya.

Sementara itu, Apuh (53) warga setempat sekaligus pembeli, mengaku tidak merasa takut meski warung ini berdiri di area pemakaman.

Sebaliknya, kata dia, warga justru menganggap warung ini sebagai tempat yang nyaman untuk bersosialisasi dan menikmati hidangan setelah lelah beraktivitas.

"Alhamdulillah ya warga mah antusias, jadinya ramai," katanya.

Di samping itu, keberadaan warung ini juga mengundang penasaran para pembeli dari luar kampungnya yang ingin menjajal sensasi nongkrong di dekat pemakaman.

"Jadi kayak gimana ya, jadi adrenalin katanya mah, kata ibu-ibu sama anak-anak mah," ujar Apuh.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cara Beli Tiket Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Mulai Rp 100 Ribu
• 11 jam lalu
0
thumb
Tabrak Beruntun 6 Kendaraan di Tol JORR Arah Tanjung Priok, Sopir Truk Tewas Terjepit
• 1 jam lalu
0
thumb
Foto: Dukun Peru Prediksi Hasil Laga Final Piala Dunia 2026
• 6 jam lalu
0
thumb
Polisi Periksa Nakhoda KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Selayar, 25 Penumpang Masih Hilang
• 4 jam lalu
0
thumb
Banjir Pujian, Takkan Kubiarkan Kau Menangis Garapan Ferly Halim Sukses Sentuh Hati Penonton
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.