TABLOIDBINTANG.COM - Film drama keluarga Takkan Kubiarkan Kau Menangis menjadi debut yang menjanjikan bagi sutradara Ferly Halim.
Setelah resmi tayang di bioskop sejak 16 Juli 2026, film produksi Langit Pictures Indonesia itu menuai respons positif dari penonton berkat kisahnya yang menyentuh tentang keluarga, kasih sayang, dan pengorbanan.
Sambutan hangat sudah terlihat sejak gala premiere yang digelar di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Senin (13/7).
Suasana gala premiere berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh, di antaranya Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Ketua BAZNAS Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid.
Banyak tamu undangan larut dalam emosi saat menyaksikan perjalanan para tokoh yang berjuang menghadapi persoalan komunikasi dan tekanan ekonomi dalam keluarga.
Bagi Ferly Halim, film ini bukan sekadar menyajikan drama, tetapi juga membawa pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat.
"Melalui film ini, saya ingin mengajak semua orang untuk lebih berani menunjukkan cinta kepada ibu selagi masih memiliki kesempatan," ungkap Ferly Halim.
Ferly berharap kisah yang dihadirkan dapat menjadi pengingat akan pentingnya menjaga komunikasi dan mengungkapkan kasih sayang kepada orang-orang terdekat.
"Semoga film ini menjadi inspirasi dan dapat membangun hubungan keluarga yang lebih harmonis lagi dalam hal komunikasi sehari-hari di dalam rumah," tambah Ferly Halim.
Tak hanya mengandalkan kekuatan cerita, Takkan Kubiarkan Kau Menangis juga menghadirkan sentuhan musik yang memperkuat emosi di setiap adegan.
Sejumlah lagu populer milik Sheila On 7, seperti "Dan", "Kita", dan "Hujan Turun", menjadi bagian dari perjalanan cerita yang mengaduk perasaan penonton.
Film ini juga memperkenalkan dua lagu orisinal, yakni "Takkan Kubiarkan Kau Menangis" dan "Sahabat", yang dibawakan Keisha Alvaro bersama Sand Band. Kehadiran soundtrack tersebut semakin mempertegas nuansa hangat sekaligus mengharukan yang menjadi kekuatan utama film.
Sebelumnya, Takkan Kubiarkan Kau Menangis sempat diragukan karena menjadi film panjang perdana Ferly Halim.
Namun, keraguan itu perlahan sirna setelah film tersebut mendapat apresiasi positif saat gala premiere, yang turut dihadiri sejumlah pejabat, insan perfilman, serta ratusan anak yatim yang diundang BAZNAS untuk menyaksikan film bersama.





Komentar (0)