Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah cepat untuk menangani kerusakan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Tendean. Tidak hanya berkoordinasi untuk membuat zebra cross darurat, Pemprov DKI juga menjajaki berbagai opsi pendanaan alternatif seperti CSR hingga naming rights agar JPO baru bisa segera dibangun.
Kerusakan JPO Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu membuat Pemprov DKI Jakarta harus mengambil solusi cepat jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar bisa membuat zebra cross sementara.
“Jangka pendeknya, saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, memintakan izin apakah itu bisa digunakan untuk zebra cross dalam jangka pendek dulu,” ujar Pramono dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu, 18 Juli 2026.
Baca Juga :
JPO Tendean Segera Dibangun Ulang, Pramono: Tidak Bisa Ditunda
Sedangkan jangka panjang, Pemprov DKI Jakarta akan merencanakan pembangunan JPO baru dengan memanfaatkan berbagai skema pendanaan, mulai dari APBD, creative financing, CSR, hingga skema naming rights.
“Tetapi saya sudah memerintahkan juga untuk segera dibangun JPO baru, bahwa itu apakah melalui APBD, creative financing, CSR, dan sebagainya atau naming rights, sekarang kita lakukan dan minggu depan ini kami rapatkan segera kami putuskan. Karena itu enggak bisa ditunda-tunda. Itu adalah JPO yang sangat-sangat strategis,” ungkap Pramono.
Terkait maraknya kasus truk menabrak fasilitas umum akibat kelalaian sopir, Pramono Anung berkoordinasi dengan Kakorlantas akan menindak tegas pelaku, mulai dari pencabutan izin mengemudi hingga pemberian teguran keras kepada perusahaan truk yang bersangkutan.





Komentar (0)