Bandung, tvOnenews.com - Kota Bandung mendadak menjadi rawan begal. Kota ini tengah dihantui dengan aksi kejahatan begal di jalanan. Ironisnya, pelaku tidak hanya meangincar korban di malam hari, tetapi juga dalam suasana di pagi hari.
Belakangan ini, seorang pemuda berinisial U (24) menjadi korban sasaran begal. Ia menjadi korban begal saat telepon genggamnya dicuri dibalut dengan kekerasan di Jalan Babakan Ciparay, Kelurahan Kopo, Kota Bandung, Jawa Barat pada Kamis (16/7/2026).
Ia saat itu tengah melakukan olahraga pagi hari. Peristiwa pembegalan tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB.
Paling mengerikan terjadi pelaku melancarkan aksinya saat suasananya justru sudah serang dan ramai dengan banyak orang. Kala itu, korban dipepet oleh dua pelaku yang menggunakan sepeda motor.
Dilihat dari video yang beredar pada Sabtu (18/7/2026), korban sempat melakukan perlawanan. Korban sengaja menarik jaket dari salah satu pelaku yang mengendarai sepeda motor.
- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Alih-alih berhasil, pelaku langsung menepis perlawanan yang diberikan oleh korban. Ironisnya, aksi kekerasan dari pelaku memukul di bagian pipi membuat korban terjatuh ke aspal.
Kedua pelaku coba melarikan diri dengan kendaraan yang dipakai oleh mereka. Sementara, korban tetap memanfaatkan untuk berusaha mengejar pelaku.
Dari upaya korban, kedua pelaku terjatuh dari sepeda motornya sehingga satu pelaku berhasil diamankan oleh dua rekannya. Sementara pelaku lainnya melarikan diri.
Pelaku Begal Dihajar WargaAkibat ditinggal oleh temannya, satu pelaku bertubuh kurus dengan lengan penuh tato menjadi sasaran amukan warga. Sontak, sejumlah luka menghiasi di area wajah pelaku yang sudah dalam kondisi pasrah dan tidak berdaya.
Di tengah itu, sejumlah warga juga melakukan pengecekan tubuh pelaku. Tidak hanya itu, mereka juga menggeledah barang bawaan yang dibawa atau dipegang oleh pelaku begal tersebut.
Polisi Turun TanganKasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton membenarkan adanya kejadian tersebut. Kata dia, satu pelaku telah diamankan dan satu lainnya yang berhasil melarikan diri masih dalam pengejaran.
"Kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan maupun keterlibatan pihak lain," ujar Anton, Jumat (17/7/2026).





Komentar (0)