Metro Community - Jelajah Pangan Berkelanjutan di Kaki Gunung

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jauh dari lalu lalang kendaraan dan kebisingan kota, Desa Cibedug di Kabupaten Bogor menyimpan sisi lain edukasi lingkungan yang menyegarkan. Di sini, pelestarian ekosistem dan keberlanjutan alam bukan hanya sekadar teori, melainkan sebuah pengalaman nyata melalui kegiatan bertajuk Farm Experience. 

Di Rumah Mahika, para peserta diajak untuk mengenal lebih dekat proses panjang pangan langsung dari hulu hingga siap dihidangkan di meja makan. Mulai dari penyemaian bibit, menanam, menyiapkan pakan, memberi makan unggas, hingga menelusuri kebun pala yang menjadi komoditas unggulan di wilayah ini. 

Tak hanya sekadar berwisata, kegiatan ini dirancang untuk membangun kembali jembatan kesadaran antara manusia dan apa yang mereka konsumsi. Salah satu daya tariknya adalah lokakarya pembuatan soda pala fermentasi, sebelum peserta memasak bersama menggunakan hasil bumi yang baru saja mereka petik.

Owner Rumah Mahika, Adi Dwianto mengatakan konsep kegiatan dirancang secara menyeluruh agar masyarakat kembali terhubung dengan sumber pangan yang mereka konsumsi tiap hari. Menurutnya, banyak orang hanya menikmati makanan tanpa mengetahui asal-usulnya maupun proses panjang yang dilakukan para petani.

Ia menjelaskan keterlibatan anak-anak dalam kegiatan ini bertujuan menanamkan kepedulian terhadap alam sejak usia dini melalui metode experiental learning. Dengan pengalaman langsung di kebun, nilai-nilai menjaga lingkungan dan menghargai pangan diharapkan lebih mudah tertanam dalam diri mereka.

“Dari sini sebenarnya kita pengen ngajak untuk orang lebih concern atau lebih sadar terhadap pangan yang mereka makan. Anak-anak kita di sini dilibatkan karena biar bagaimanapun mereka dari usia belia sudah banyak merasakan pengalaman, ada edukasi juga, jadinya terbentuk lebih awal melalui experiential learning seperti ini, justru bisa lebih tertanam atau terinternalisasi ke mental dan pikiran mereka,” ujar Adi dalam tayangan Metro Community Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu, 18 Juli 2026.

Selain menghadirkan program edukasi, mereka juga mengembangkan berbagai produk pangan lokal, mulai dari tepung mocaf, beras hanjeli, rempah-rempah, hingga aneka olahan pala seperti fermentasi soda pala, sirup, selai, dan spice blend yang dipasarkan secara daring. 

Sementara itu, perwakilan Sebumi, Iben Yuzenho, menilai masyarakat perkotaan saat ini semakin jauh dari sumber pangannya. Menurutnya, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah membuat masyarakat rentan terhadap persoalan ketahanan pangan apabila terjadi gangguan distribusi. 
 

Baca Juga :

Metro Community - Nostalgia Mainan Masa Kecil Lewat Komunitas Tamiya


Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak kembali memahami cara menanam, mengolah, hingga mengelola limbah organik secara sirkular agar dapat dikembalikan menjadi unsur hara bagi tanah. Kemandirian pangan lokal menjadi kunci utama yang ingin diperkenalkan.

"Sebagai orang yang tinggal di area urban sebetulnya sudah mulai terputus sama sumber makanan kita kan. Kayak di Jakarta itu 80-90 persen makanan kita berasal dari luar Jakarta. Jadi kita ingin memperkenalkan kembali ke masyarakat urban, dari mana sih makanan kita berasal, menguasai kembali atau mengingat kembali teknik-teknik bagaimana kita menumbuhkan pangan kita sendiri, mengolahnya, dan kemudian bagaimana juga men-treat hasilnya secara sirkular,” ujar Iben dalam tayangan Metro Community Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu, 18 Juli 2026.

Pengalaman baru yang menyenangkan ini terbukti memberikan perspektif baru bagi mereka yang terbiasa dengan hiruk pikuk kehidupan modern di perkotaan. Menurut peserta, Sammy pengalaman belajar langsung kebun, mengenal pohon pala, hingga belajar proses pangan dari alam memberikan pembelajaran yang tak bisa diperoleh di pusat perbelanjaan maupun ruang kelas.

"Kita mungkin belajar dari hal yang sederhana sih, kita mau kembali ke alam, terus kita belajar sustainable living. Gimana caranya kita bisa hidup langsung dari alam, ambil sumber dayanya dari alam langsung. Kasih makan ayam, belajar beternak ayam juga. Jadi anak-anak enggak cuma main ke mall terus gitu kan, jadi dia juga bisa berinteraksi dengan alam sekitar,” ungkap Sammy. 

Melalui sinergi ini, diharapkan akan lahir generasi baru yang lebih peduli pada kesehatan tubuh dan kelestarian bumi. Langkah kecil dari sebuah kebun di kaki gunung diharapkan mampu membawa perubahan besar bagi gaya hidup berkelanjutan di masa depan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Inggris Tersingkir Dramatis, Surat Sopir Bus Ini Bikin Jude Bellingham Kehabisan Kata
• 14 jam lalu
0
thumb
AS Menyerang Lagi, Iran Balas Gempur Kuwait-Yordania
• 4 jam lalu
0
thumb
Kecelakaan di Sibolangit Libatkan 6 Kendaraan, 1 Orang Tewas
• 23 jam lalu
0
thumb
Emas 74 Kg Sitaan dari Rumah Eks Jampidsus Febrie Asli, Berkadar 23 Karat
• 22 jam lalu
0
thumb
Berjuang hingga Kram Otot, Alwi Farhan Bertekad Balas Dendam
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.