Beban Ekonomi Dengue di Indonesia Capai Hampir Rp 9 Triliun

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beban ekonomi akibat penyakit dengue di Indonesia diperkirakan mencapai 550,9 juta dolar AS atau hampir Rp 9 triliun sepanjang 2024. Studi Universitas Gadjah Mada (UGM) juga memperkirakan lebih dari dua juta kasus dengue memerlukan perawatan inap pada periode tersebut.

Besarnya beban tersebut menunjukkan bahwa dengue tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak terhadap kondisi ekonomi pasien, keluarga, dan masyarakat. Terlebih, risiko penularan dengue dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak terbatas pada musim tertentu.

Baca Juga
  • BCA Life Dorong Gaya Hidup Sehat Seiring Meningkatnya Kesadaran Perlindungan Jiwa
  • Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Wamenkes Soroti Pentingnya Kedaulatan Kesehatan
  • Manfaat Belajar Bahasa Asing Bagi Kesehatan Otak

Temuan tersebut disampaikan dalam Jakarta Dengue Forum (JDF), forum ilmiah yang diselenggarakan PT Takeda Innovative Medicines bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang DKI Jakarta (IDAI Jaya). Forum tersebut dihadiri lebih dari 300 tenaga kesehatan untuk membahas penguatan upaya pencegahan dengue di Indonesia.

Studi dari Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM memperkirakan total beban ekonomi akibat dengue pada 2024 mencapai 550,9 juta dolar AS atau sekitar Rp 8,7 triliun dengan asumsi nilai tukar Rp 15.800 per dolar AS.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Peneliti studi tersebut, Dr. Diah Ayu Puspandari, M.Kes, MBA, Apt., mengatakan kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) belum sepenuhnya menghilangkan beban biaya yang harus ditanggung pasien. "Pasien JKN masih harus mengeluarkan biaya mandiri (out-of-pocket) rata-rata Rp1,1–1,3 juta saat menghadapi sebuah periode sakit akibat dengue untuk kebutuhan nonmedis seperti transportasi dan akomodasi pendamping, di luar hilangnya produktivitas, termasuk kehilangan pendapatan," ujarnya, dikutip dari siaran pers, Sabtu (18/7/2026).

Sementara itu, pasien yang tidak memiliki jaminan kesehatan harus menanggung beban biaya yang lebih besar. Pengeluaran yang harus ditanggung secara mandiri diperkirakan mencapai Rp 4,3 juta–Rp 5,6 juta.

Beban tersebut dinilai semakin berat bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Biaya pengobatan, pengeluaran tambahan, dan hilangnya pendapatan yang terjadi secara bersamaan berpotensi memperburuk kondisi ekonomi keluarga.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), mengatakan dampak dengue juga terlihat dari hilangnya produktivitas anggota keluarga. Ketika anak harus menjalani perawatan di rumah sakit, orang tua biasanya perlu mendampingi sehingga kehilangan waktu untuk bekerja. Begitu pula ketika orang tua yang sakit, anggota keluarga lain harus mengambil peran untuk merawat.

"Selain biaya perawatan dan pengobatan yang harus dikeluarkan, dampak lain yang tidak tampak adalah terganggunya produktivitas. Apalagi untuk pemulihan dari infeksi dengue perlu waktu yang cukup lama sekitar satu hingga dua minggu," kata Prof. Sri.

Studi tersebut memperkirakan kerugian akibat hilangnya waktu produktif masyarakat yang terjamin JKN mencapai 115 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,81 triliun sepanjang 2024. Sementara itu, kelompok pasien non-JKN mengalami kerugian produktivitas sekitar 47,8 juta dolar AS atau setara Rp 755,2 miliar.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Andy Burnham Segera Jadi PM Inggris, Dilantik Pekan Depan
• 11 jam lalu
0
thumb
Langkah Tertunduk Don Ritto Menuju Kejagung, Bungkam soal Uang Rp 543 Miliar dan 74 Kg Emas
• 6 jam lalu
0
thumb
Foto: Kibaran Rok Pollera di Arena Skater, Cara Perempuan Bolivia Dobrak Stigma
• 17 jam lalu
0
thumb
Bandarlampung Expo 2025 Cetak Transaksi Rp2,1 Miliar, Lampaui Target
• 11 jam lalu
0
thumb
Prabowo Komitmen Berantas Aktivitas Ilegal dan Percepat Swasembada Energi
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.