HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Lionel Messi menunjukkan performa luar biasa di Piala Dunia 2026 dengan torehan delapan gol dan empat assist. Ini membuka peluang besar baginya untuk meraih Ballon d’Or kesembilan meski kini bermain di Amerika Serikat bersama Inter Miami.
Ballon d’Or, penghargaan individu paling bergengsi dalam dunia sepak bola yang digagas oleh media Prancis France Football sejak 1956, awalnya hanya diperuntukkan bagi pemain Eropa.
Namun, sejak 1995, pemain non-Eropa mulai berpeluang memenangkan trofi ini dengan syarat bermain di liga Eropa. Kebijakan ini kemudian berubah secara signifikan pada 2007, ketika Ballon d’Or membuka kesempatan bagi pemain dari seluruh dunia tanpa memandang benua tempat mereka berkarier.
Pihak Ballon d’Or juga menegaskan lewat laman resminya bahwa memenangkan penghargaan ini tanpa bermain di klub Eropa sangat mungkin terjadi, meskipun tingkat kesulitannya jauh lebih tinggi.
Messi saat ini menjadi salah satu kandidat terkuat dalam perebutan gelar pencetak gol terbanyak, bersaing ketat dengan Kylian Mbappe, serta hampir menyamai jumlah assist teratas yang dipegang oleh Michael Olise.
Jika ia sukses mengantarkan Argentina meraih gelar juara Piala Dunia 2026, yang akan ditentukan pada laga final melawan Spanyol, peluangnya untuk mengukir sejarah sebagai peraih Ballon d’Or terbanyak sepanjang masa akan semakin besar.
Dominasi Messi dalam Sejarah Ballon d’OrHingga saat ini, Messi telah mengoleksi delapan gelar Ballon d’Or (2009, 2010, 2011, 2012, 2015, 2019, 2021, 2023), menjadikannya pemain dengan gelar terbanyak sepanjang masa. Prestasi ini jauh meninggalkan rival abadinya, Cristiano Ronaldo, yang baru mengantongi lima gelar.
Lebih lanjut, performa impresif Messi di Piala Dunia 2026 dan kemampuannya bersaing meski bermain di luar Eropa menunjukkan bahwa era dominasi pemain Eropa dalam perebutan Ballon d’Or mulai bergeser.






Komentar (0)