Gunungkidul Dorong Sawah Terpal untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian Lahan Kering

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mendorong penerapan inovasi pertanian melalui sosialisasi pembuatan sawah terpal untuk mengatasi keterbatasan lahan dan meningkatkan produktivitas petani.

Inovasi Pertanian Diperkenalkan kepada Kelompok Tani

Sosialisasi tersebut dilakukan bersama Kelompok Tani (Poktan) Mawarsari di Padukuhan Gandu, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul.

Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto mengatakan terdapat dua inovasi pertanian yang diperkenalkan kepada kelompok tani, yaitu pembuatan pupuk kompos organik dan demonstrasi pembuatan sawah terpal.

"Pembuatan pupuk kompos organik dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian," kata Joko.

Ia menjelaskan inovasi sawah terpal menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian, khususnya di kawasan pertanian tadah hujan yang selama ini umumnya hanya mampu menghasilkan satu kali panen padi dalam setahun.

Melalui teknologi tersebut, pemerintah berharap produktivitas lahan pertanian dapat meningkat serta membuka peluang usaha baru bagi petani di Gunungkidul.

Joko juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong melalui gerakan penghijauan dan penanaman tanaman produktif seperti nangka, alpukat, pepaya, serta tanaman bernilai ekonomi lainnya.

Sawah Terpal Bisa Dikombinasikan dengan Budidaya Ikan

Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Sarno mengatakan teknologi sawah terpal memungkinkan petani di lahan kering meningkatkan produktivitas usaha tani.

"Dengan penerapan teknologi sawah terpal, petani berpeluang melakukan panen hingga lima kali dalam satu tahun," ujar Sarno.

Menurut Sarno, sawah terpal tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga dapat dikombinasikan dengan budi daya ikan lele untuk memberikan nilai tambah bagi pendapatan petani.

Ia menjelaskan pemanfaatan teknologi pertanian harus mampu mengubah lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Joko menilai pola pikir masyarakat perlu diarahkan agar lebih berorientasi pada pengembangan budi daya dan pertanian berkelanjutan karena kegiatan menanam dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pramono Pastikan Harga Bahan Pokok di Jakarta Stabil meski Puncak Kemarau
• 8 jam lalu
0
thumb
Pengosongan Hotel Sultan Masuki Tenggat Akhir, Bagaimana Kondisinya?
• 21 jam lalu
0
thumb
LPSK Sebut Baru 2 Korban TPKS yang Terima Dana Bantuan
• 14 jam lalu
0
thumb
Prabowo Senang Ada Petani Sudah Bisa Liburan ke Hong Kong
• 9 jam lalu
0
thumb
UNICEF Ungkap Cerita di Balik Foto Messi Mandikan Bayi Yamal Jelang Final Pildun
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.