Pengosongan Hotel Sultan Masuki Tenggat Akhir, Bagaimana Kondisinya?

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Proses pengosongan Hotel Sultan di kawasan Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, memasuki tenggat akhir satu bulan pascaeksekusi.

Menjelang batas waktu tersebut, hampir seluruh bangunan hotel telah dikosongkan, sementara aktivitas pemindahan aset masih berlangsung selama 24 jam.

Dalam pantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (16/7/2026), suasana Hotel Sultan berubah drastis dibanding sebelum dieksekusi pada 18 Juni 2026.

Baca juga: Logo Hotel Sultan Dicopot, Pengosongan Aset Kian Mendekati Batas Akhir

Logo Hotel Sultan yang selama ini menjadi penanda di bagian depan bangunan telah dicopot.

Memasuki area lobi, meja resepsionis tampak kosong tanpa perabot.

Lantai marmer yang sebelumnya mengilap sebagian ditutup lembaran tripleks agar aman dilalui troli pengangkut barang.

Puluhan pekerja berseragam oranye terlihat bergantian mendorong troli berisi sofa, lemari, rak dapur, hingga berbagai perabot lain yang telah dibungkus plastik pelindung.

Barang-barang tersebut kemudian dimuat ke dalam dua truk logistik wingbox yang terparkir di depan Lagoon Tower.

Kuasa Hukum Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), Kharis Sucipto, mengatakan proses pengosongan kini telah mencapai sekitar 90 persen.

"Lagoon Tower Hotel itu lantai 1 sampai 15 itu sudah kosong. Demikian juga untuk Garden Tower. Main Tower itu sudah kosong dari awal karena masih dalam proses renovasi. Ballroom sudah kosong, Kudus Hall juga, restoran juga sudah kosong," ujar Kharis.

Baca juga: Pengosongan Hotel Sultan Ditargetkan Rampung Pekan Depan

Menurut dia, hanya sebagian kecil aset yang masih dalam proses pengemasan dan pengangkutan menjelang target penyelesaian pengosongan.

Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi Afif Kusumo mengatakan, untuk mengejar tenggat satu bulan sejak eksekusi, proses pemindahan barang dilakukan tanpa henti.

"Berlangsung selama 24 jam dengan tahapan-tahapan pengerjaan yang diatur oleh mover masing-masing. Ada yang mengemas dulu, kemudian setelah dikemas dikumpulkan di area loading, kemudian diantar ke gudang. Alhamdulillah enggak ada kendala," kata Rakhmadi.

Seluruh aset yang dikeluarkan dari 15 objek bangunan Hotel Sultan dikirim ke dua lokasi penyimpanan, yakni Kompleks Pergudangan Cikarang dan kawasan industri MM2100, Kabupaten Bekasi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun, hingga memasuki hari ke-25 pascaeksekusi, pihak PPKGBK mengaku belum menerima komunikasi dari PT Indobuildco selaku pengelola lama untuk mengambil aset-aset tersebut.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bersama PNM, Ainun Ubah Cara Pandang Warga Kampung Tentang Perempuan
• 20 jam lalu
0
thumb
Polda Riau Bongkar Sawmill Ilegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Pembalakan Liar
• 8 jam lalu
0
thumb
Pria Ditemukan Tewas di Hotel Jaksel, Ada Luka Tembak di Kepala
• 1 jam lalu
0
thumb
DPRD Jawa Barat Setujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2025 Menjadi Perda
• 7 jam lalu
0
thumb
Diduga Sopir Microsleep, Kecelakaan di Tol Malang-Pandaan Tewaskan 5 Orang
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.