Kronologi ASN di Medan Tewas Lompat dari Lantai 12 Usai Diperas Wanita Open BO

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nias berinisial AL tewas usai melompat dari lantai 12 Apartemen Skyview, Kota Medan, pada Jumat (10/7) dini hari.

Belakangan terungkap, peristiwa itu berawal dari AL memesan perempuan open BO atau prostitusi online. Perempuan yang ia pesan memerasnya untuk memberikan sejumlah uang di luar kesepakatan.

Berikut adalah kronologinya:

Sebelum di Apartemen

AL datang ke Medan untuk mengambil SK Kepegawaian. Usai mengurus administrasi SK itu, AL kembali ke apartemen tempat dia menginap.

Jumat 10 Juli di Apartemen00.00-03.00 WIB

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, menyebut AL di kamar sendiri. Dalam kurun waktu ini, ia menelepon pacarnya.

“Kemudian dari pukul 00.00 sampai pukul 03.00, korban itu teleponan. Teleponan dengan pacarnya. Nah, dia komunikasi dengan pacarnya, jadi dia masih single (belum beristri), seperti itu,” ucap Adrian, Rabu (15/7).

03.30 WIB

AL berkomunikasi dengan seorang perempuan open BO berinisial FR (31) melalui aplikasi MiChat.

04.21 WIB

FR tiba di apartemen. Ia membawa temannya berinisial JS (29).

04.23 WIB

AL menjemput FR dan JS di lobi apartemen. Ketiganya naik ke lantai 12, tempat kamar AL berada.

04.25 WIB

Mereka bertiga sudah berada di dalam kamar. Saat itu, AL memutuskan untuk tidak jadi melakukan hubungan badan dengan FR karena FR tidak sesuai dengan foto yang ditampilkan di MiChat.

Ia pun memilih berhubungan badan dengan JS dengan tarif Rp 850.000. Sementara, FR diberi Rp 400.000 sebagai uang cancel.

04.31 WIB

AL berhubungan badan dengan JS. Sementara FR menunggu di lorong apartemen.

Mereka berhubungan badan selama 10 menit. Lalu, AL meminta layanan tambahan kepada JS.

04.46 WIB

Hubungan badan keduanya selesai. FR pun kembali ke dalam kamar.

FR pun meminta tambahan biaya sebesar Rp 4.500.000 kepada AL. Namun, AL menyebut tak memiliki uang. FR sempat meminta untuk melihat saldo rekening AL, namun ditolak.

04.49 WIB

AL menghindari perasan FR hingga ke balkon apartemennya. Di sana, ia mengancam untuk lompat bila FR tak berhenti meminta uang tambahan. Sementara, FR dan JS mengaku tidak ikut ke balkon.

FR kemudian membalas dengan menantang AL untuk ‘lompat kalau berani’. AL pun lompat dari balkon kamarnya di lantai 12 apartemen, lalu meninggal dunia dengan keadaan salah satu kakinya terputus.

“Jadi prosesnya ini dari mulai minta Rp 4.500.000, ya kan, mendesak, kan itu kan? Mendesak, memeras itu cepat. Prosesnya. Sekitar 3 menit,” tutup AKBP Adrian.

Kini, FR dan JS sudah ditetapkan tersangka imbas menghasut orang lain mengakhiri hidupnya. Mereka terancam pidana 4 tahun penjara.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sempat Anjlok Rp12.000, Kementan Patok Target Harga Ayam Hidup Minimal Rp19.500
• 20 jam lalu
0
thumb
Airbus dan Boeing Tiba-Tiba Bersatu Sewa Pesawat Raksasa Dunia, Kenapa?
• 16 jam lalu
0
thumb
KKN Unhas Gandeng Perpusnas, Perkuat Budaya Literasi di Pattallassang
• 21 jam lalu
0
thumb
30 Hektare Lahan Gambut di Nagan Raya Terbakar, Manggala Agni Dikerahkan
• 6 jam lalu
0
thumb
Kata Hotman Paris Ditunjuk Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.