Japesda Perkuat Literasi Teritorial Laut untuk Lindungi Hak Masyarakat Pesisir di Gorontalo

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Jaring Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (Japesda) memperkuat literasi teritorial laut bagi masyarakat pesisir di Desa Bajo Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, melalui pendokumentasian sejarah kampung, pemetaan wilayah kelola, dan pendidikan advokasi bagi generasi muda.

Direktur Japesda Christopel Paino mengatakan program tersebut bertujuan membangun kembali pemahaman masyarakat terhadap hubungan historis mereka dengan laut yang mulai memudar akibat perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dampak perubahan iklim.

Ia mengungkapkan, "Literasi teritorial laut kami dorong agar masyarakat memahami kembali sejarah dan hubungan mereka dengan laut. Banyak yang merasakan dampak perubahan iklim, tetapi belum memiliki cara untuk membahasakan persoalan itu dalam konteks ruang hidup mereka."

Christopel menjelaskan salah satu kegiatan utama program ini adalah mendokumentasikan sejarah dan asal-usul masyarakat Bajo Tilamuta sebagai dasar untuk menunjukkan bahwa masyarakat setempat telah mengelola wilayah laut secara turun-temurun sejak abad ke-17 hingga ke-18.

Japesda juga memfasilitasi pemetaan partisipatif wilayah kelola laut bersama masyarakat yang dipadukan dengan dokumen sejarah guna memperkuat pemahaman mengenai batas-batas ruang hidup mereka.

Ia mengatakan, "Kami ingin masyarakat memahami bahwa laut bukan sekadar ruang terbuka, tetapi ruang hidup yang telah mereka kelola secara turun-temurun. Pengetahuan itu penting sebagai dasar memperjuangkan pengakuan dan perlindungan wilayah kelola mereka."

Japesda turut mendokumentasikan praktik konservasi tradisional masyarakat Bajo, seperti kawasan pulau yang dianggap pamali atau disakralkan sehingga tidak boleh dieksploitasi sebagai bentuk perlindungan ekosistem yang diwariskan secara turun-temurun.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat, Japesda menyelenggarakan Sekolah Advokasi Pesisir (Sadar) setiap bulan yang diikuti pemuda dan nelayan muda dengan materi hak masyarakat pesisir, perubahan iklim, hingga pengelolaan wilayah laut berbasis komunitas.

Christopel berharap rangkaian program literasi teritorial laut tersebut mampu memperkuat pengetahuan masyarakat pesisir mengenai sejarah, ruang hidup, dan hak-hak mereka sehingga dapat berperan aktif menjaga keberlanjutan wilayah laut.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tingkatkan Kepercayaan Investor, ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar
• 5 jam lalu
0
thumb
Pemkot Terima 9.217 Aduan Lewat Lapor Cak Eri hingga 16 Juli, Parkir Jadi Keluhan Tertinggi
• 7 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Janji Antrean Pembelian BBM Teratasi dalam 2 Hari
• 23 jam lalu
0
thumb
Anak Usaha SSIA, Suryacipta Swadaya Bidik Investor EV hingga Data Center
• 5 jam lalu
0
thumb
Sinyal WiFi Sering Lemot? Ini 4 Hal Sepele yang Bisa Jadi Penyebabnya
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.