Banjarbaru: Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
"Kalsel mendapat bantuan dari BNPB untuk kegiatan OMC. Alhamdulillah, kemarin sudah ada hujan di wilayah Kota Banjarbaru. Kita harapkan OMC ini dapat membantu mengatasi karhutla," ujar Kepala BPBD Kalsel, Roni Eka Saputra, Jumat, 17 Juli 2026.
Kegiatan OMC di Kalsel berlangsung sejak 15 Juli 2026 hingga sepekan ke depan. Pelaksanaan OMC menggunakan pesawat jenis Cesna bantuan BNPB.
Baca Juga :
Karhutla Riau Tembus 15.477 Hektare pada 2026, Didominasi Lahan GambutSejauh ini berdasarkan data Pusdalops BPBD Kalsel, karhutla terus terjadi di sejumlah wilayah, dengan sebaran titik api terpantau hampir 2.500 titik api. BPBD kabupaten/kota seperti Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin dan Hulu Sungai Selatan melaporkan peristiwa karhutla di wilayah tersebut, pada Kamis, 16 Juli 2026.
Pesawat Cesna untuk operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto: BPBD Kalsel.
Penanggulangan Karhutla di Kalsel dibagi dalam tiga wilayah penanganan ring prioritas. Wilayah ring 1, meliputi Kota Banjarbaru, sebagian Kabupaten Banjar, sebagian Kabupaten Barito Kuala (Batola), dan sebagian Kabupaten Tanah Laut.
Sedangkan untuk ring dua itu daerah lebih ke utara ya seperti sebagian Batola, Tapin, HSS, HSU, HST, sampai ke Tabalong. Untuk ring tiga Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kota Baru. Fokus utama berada di ring 1 karena memiliki objek vital Bandara Internasional Syamsudin Noor, agar jika terjadi karhutla dapat teratasi dengan cepat dan tidak mengganggu penerbangan.





Komentar (0)