Masayu Anastasia Jadi Dokter Forensik di Film Autopsy: Dead Body Can Talk

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Industri perfilman Indonesia menghadirkan genre yang segar melalui film Autopsy: Dead Body Can Talk. Film ini resmi merilis cuplikan trailer dan poster perdananya pada Senin (13/7).

Mengusung genre forensic psychological thriller, film ini menjanjikan cerita soal sisi medis kepolisian yang jarang terekspos ke publik.

Aktris Masayu Anastasia didapuk sebagai pemeran utama dalam proyek ambisius ini, yaitu Dokter Hastry, dokter forensik yang figurnya terinspirasi dari sosok nyata di dunia kepolisian Indonesia.

Memerankan tokoh Dokter Hastry ternyata jadi tantangan bagi Masayu. Ia dituntut tampil meyakinkan, tidak hanya secara emosional, tetapi juga secara medis.

Ia harus mendalami prosedur autopsi dengan sangat detail agar dapat merepresentasikan profesi tersebut dengan akurat.

"Tantangannya adalah menghapal bahasa kedokteran, bahasa kepolisian, terus cara autopsi yang benar, karena aku juga enggak mau sembarangan," kata Masayu Anastasia.

Melalui cuplikan trailer berdurasi 2 menit 25 detik, penonton dihadapkan pada atmosfer ruang forensik yang dingin, dan penuh teka-teki. Trailer tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah jasad bertransformasi menjadi saksi kunci yang krusial.

Setiap goresan, lebam, hingga zat di dalam tubuh dianalisis secara medis sebagai petunjuk utama untuk mengungkap kejahatan yang sengaja disembunyikan.

Sutradara Ozan Ruz mengungkap, dalam film ini ia fokus pada kekuatan realitas dan aspek psikologis dibandingkan elemen horor pada umumnya.

"Melalui visual, saya ingin membawa penonton mengikuti perjalanan emosional Dokter Hastry. Empati menjadi kekuatan utamanya, bukan sesuatu yang supranatural, melainkan kepekaan yang membimbingnya menemukan petunjuk, yang kemudian selalu dibuktikan melalui ilmu forensik," ujar Ozan Ruz.

Alasan Angkat Dokter Hastry

Rina Tarigan sebagai penulis cerita menjelaskan, sosok Dokter Hastry dipilih karena dedikasinya yang luar biasa sejak awal tahun 2000-an.

"Ide awal film ini berangkat dari pemikiran sederhana bahwa kisah yang diangkat dari peristiwa nyata akan memiliki kedekatan emosional yang lebih kuat dengan penonton, terlebih jika terinspirasi oleh sosok yang telah dikenal luas karena dedikasi dan kontribusinya di bidangnya," ujar Rina Tarigan.

Film ini disutradarai oleh Ozan Ruz, dan dibintangi Masayu bersama Teuku Rifnu Wikana, Ge Pamungkas, Riyuka Bunga, Samuel Rizal, Indra Frimawan, Abdurrahman Arif, Nagra Pakusadewo, Zidni Hakim, dan Andrew Sulaiman.

Film Autopsy: Dead Body Can Talk dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September mendatang.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Editorial MI: Mengobati dari Hulu
• 9 jam lalu
0
thumb
Uni Eropa Gandeng Ukraina Bangun Drone Tempur Bersama
• 5 jam lalu
0
thumb
Pakistan dorong AS dan Iran lanjutkan perundingan
• 19 jam lalu
0
thumb
Tingkatkan Daya Saing, Kemenperin Optimalkan Penerapan Sertifikasi Industri Kemasan
• 17 jam lalu
0
thumb
Foto: Asap Kebakaran Ontario Menjalar Hingga New York
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.